Minggu, 10 April 2016

[ Inspirasi Sehat: ProMinVit- Supplemen Fitness & Diet dan Pelengkap Protein Tubuh ]


Protein merupakan senyawa yang sangat penting bagi tubuh kita yang berfungsi membentuk sel-sel jaringan tubuh termasuk membangun otot tubuh saat sedang melakukan fitness atau olahraga lainnya. Permasalahan yang sering dihadapi kebanyakan orang adalah mencari sumber protein yang baik saat melakukan latihan.

RAPID FUEL atau PROMINVIT adalah supplemen yang mengandung protein tinggi yang sangat penting diperlukan tubuh saat sedang menjalani FITNESS atau latihan fisik keras lainnya untuk mengatur BENTUK TUBUH & BERAT BADAN ideal. Konsumsi ProMinVit yang teratur akan membantu tubuh Anda membentuk Lean Musccle (otot kering) yang berfungsi untuk membakar lemak & gula berlebih di dalam tubuh kita & menjaga kadar glukosa pada level yang sehat, sehingga berperan penting dalam penurunan berat badan & pembentukan otot tubuh secara alami dan sehat. Kandungan alami dalam ProMinVit mampu melengkapi kebutuhan protein manusia di dalam tubuh, yaitu: protein nabati & protein hewani dengan porsi yang lengkap, tepat, & seimbang.

MANFAAT:
- untuk kebutuhan atlet & setiap orang yang melakukan latihan keras setiap hari.
- memberikan energi, ketahanan, & pemulihan. Tiga hal ini merupakan hal yang sangat penting saat melakukan latihan. Berhenti menghabiskan uang untnk produk lain yang tidak memberikan hasil apa-apa!! Dengan produk ini, Anda dapat MEMBENTUK OTOT & mengurangi berat badan dengan HASIL MAKSIMAL.
- sangat dianjurkan juga bagi Anda yang sedang dalam masa pemulihan sembuh dari sakit & membutuhkan asupan protein yang banyak.
- baik juga untuk kita yang sedang kondisi normal namun ingin menjaga asupan protein bagi tubuh kita agar tetap seimbang & sehat.

KANDUNGAN: Maltodekstrin, fruktosa, isolat protein whey, isolat protein kedelai, asam sitrat, natrium klorida, kalium sitrat. Bahan-bahan lain: rumput laut berkapur laut, ekstrak daun stevia, perasa alami, pewarna alami (jus bit, kunyit), pulp buah noni, konsentrat jus ceri. Mengandung bahan yang berasal dari susu& kedelai. Bebas laktosa.


*Konsultasi & Pemesanan hubungi: 085731379051, pin 7CAC560B. 
*Kami menjual produk ProMinVit, Fiber Blend, Tahitian Noni, Maxidoid, dan AGE Therapy Gel secara legal, resmi, dan langsung dari kantor pusat.
*Note: banyak produk serupa dengan harga yang lebih murah dari yang sebenarnya. Untuk itu, perlu hati-hati dalam pembelian. Produk di SiLiShop adl ASLI & TERJAMIN.
*Pembelian bisa dilakukan secara langsung melalui website ini atau via Tokopedia: https://www.tokopedia.com/cantik-silishop/etalase/diet-sehat

Minggu, 14 Februari 2016

Apa itu Tahitian Noni & Maxidoid?

Tahitian Noni & Maxidoid adalah minuman terapeutik pertama yang telah MENOLONG KESEHATAN banyak masyarakat dunia. Keduanya merupakan jus alami berbahan dasar sari buah Mengkudu terbaik yang mengandung berbagai zat aktif alami (anti viral, anti inflamasi, vitamin dan mineral yang lengkap, dan yang utama adalah zat IRIDOID) yang mampu menjaga kesehatan tubuh dan menyembuhkan berbagai macam penyakit ringan hingga kritis, seperti Kanker, Diabetes, Stroke, Kista, Lupus, DBD, Hepatitis, THT, dll.


Zat Iridoid tsb tidak hanya menyembuhkan gejala penyakitnya saja, namun berperan dalam perbaikan akar permasalahan kesehatan hingga tingkat DNA, sehingga tidak heran bila banyak masyarakat yang terbantu Kesehatannya.

Tahitian Noni mengandung 30mg iridoid per takaran saji. Sedangkan, Maxidoid mengandung 120mg irioid (4x Tahitian Noni) per takaran saji. Sehingga Maxidoid sangat disarankan bagi penderita penyakit tertentu yang sudah mencapai tahap kritis. Tahitian Noni berbahan dasar sari buah Mengkudu terbaik dari Kepulauan Tahiti (penghasil buah Mengkudu terbaik, boleh dikroscek di google atau jurnal ilmiah kesehatan), sedangkan Maxidoid berbahan dasar: Buah Mengkudu, Cornellian Cherry, Blueberry, dan Zaitun. Keempat buah alami tsb kaya akan kandungan iridoid, sehingga dapat dikatakan Maxidoid adalah salah satu produk kesehatan Morinda dengan kandungan iridoid paling tinggi. 

Tahitian Noni & Maxidoid bersifat ADAPTOGEN, artinya mampu beradaptasi dg kondisi tubuh dan melengkapi APA YANG DIBUTUHKAN oleh tubuh.

Tahitian Noni & Maxidoid tidak memiliki efek samping, bebas racun, tidak meninggalkan residu di dalam tubuh, dan mampu bersinergi dg obat dokter, sehingga aman dikonsumsi untuk jangka panjang (justru sangat dianjurkan untuk konsumsi rutin dalam jangka panjang. Maxidoid dan Tahitian Noni telah melalui uji penelitian ilmiah yang paling tinggi dalam bidang keilmuan, yaitu Human Clinical Studies (diuji cobakan langsung pada tubuh manusia, bukan hewan seperti produk kompetitor). Penelitian mengenai manfaat dan hasil dari Maxidoid dan Tahitian Noni banyak ditemukan di media massa (silahkan searching di google).

Maxidoid & Tahitian Noni sangat concern pada penurunan AGEs (penyebab utama pada permasalahan kesehatan dan aging). Uji coba terbaru Maxidoid dilakukan pada penderita Diabetes. Hasilnya adalah setelah 3 minggu, angka AGEs dan kadar gula penderita diabetes mengalami penurunan sebesar 24% (bisa disearching di google).

Telah banyak testimoni dari masyarakat di Indonesia maupun di mancanegara mengenai kesembuhan dan perubahan kesehatan dg konsumsi Tahitian Noni & Maxidoid, seperti sembuh dari Diabetes, Kanker, Kista, HIV, Lupus, tidak jadi operasi, Leukimia, Alzheimer, dll.

Untuk konsultasi lebih lanjut atau order, silahkan hubungi admin ya: 085731379051 (Line/WA), pin BB 7CAC560B.

Jangan lupa ceritakan informasi bermanfaat ini kepada orang2 terdekat Anda yang membutuhkan :)

Jaga kesehatan Kita dan Keluarga kita :)
Live Healthier, Younger, Longer.
READY STOCK ya.

Senin, 12 Oktober 2015

[ Inspirasi Kesehatan: Apa itu AGEs? Apa itu IRIDOID?? ]



 
AGEs, singkatan dari Advanced Glycation End-Products, merupakan hasil dari proses bereaksinya ikatan glukosa dengan molekul protein atau lemak yang terjadi di dalam tubuh. Memang, glukosa, protein, dan lemak merupakan zat yang dibutuhkan bagi tubuh sebagai sumber energi dan pertumbuhan. Namun jika kandungan glukosa dan protein, lemak berlebih dari jumlah normal di dalam tubuh, maka zat-zat tersebut akan bereaksi dengan sendirinya membentuk AGEs, sehingga darah di dalam tubuh  mengandung banyak AGEs. Lalu, apa bahayanya jika darah di dalam tubuh kita mengandung AGEs? Jawabannya adalah SANGAT BERBAHAYA !!

Terbentuknya AGEs di dalam tubuh menjadi sumber penyebab terserangnya tubuh terhadap berbagai macam jenis penyakit berbahaya karena penumpukkan AGEs akan mengganggu struktur protein intraseluler dan ekstrasel sehingga akan merusak sel-sel tubuh dan selanjutnya dapat mengganggu fungsi organ-organ di dalam tubuh. Beberapa penyakit berat bisa muncul akibat AGEs, yaitu: Kanker, penyakit Alzheimer (jika AGEs menumpuk di otak), Penyakit jantung (jika AGEs menumpuk di pembuluh darah sekitar jantung), Tipe-II Diabetes (jika AGEs menumpuk di kelenjar pankreas), Aterosklerosis, tekanan darah tinggi, gangguan ginjal (jika AGEs menumpuk di pembuluh darah sekitar ginjal), gangguan visual (jika AGEs menumpuk di pembuluh darah sekitar mata), Stroke (jika AGEs menumpuk di otak), gangguan kulit (penuaan dini). Bahkan banyak penelitian menghasilkan adanya korelasi yang signifikan antara angka AGEs tinggi terhadap pasien jantung koroner dan diabetes.  




Sumber terbentuknya AGEs di dalam tubuh adalah secara langsung dan tidak langsung melalui makanan dan pola hidup. Maksudnya, penyebab terbentuknya AGEs secara langsung melalui makanan adalah dengan mengkonsumsi makanan bakar-bakaran atau yang digoreng terlalu lama, karena bagian yang gosong itulah merupakan bentuk jadi AGEs yang secara langsung akan menyumbang tingginya kadar AGEs di dalam tubuh. 

Sedangkan, penyebab terbentuknya AGEs secara tidak langsung melalui makanan adalah dengan mengkonsumsi makanan dengan kadar gula tinggi (seperti cake, coklat, dan lain-lain), lemak jahat, protein hewani, yang secara tidak langsung akan memicu terbentuknya AGEs secara tidak langsung di dalam tubuh melalui proses kimia. Pada dasarnya kita boleh mengkonsumsi makanan-makanan tersebut hanya saja tingkat porsinya perlu diperhatikan.


Lalu, bagaimana cara mengetahui kadar AGEs di dalam tubuh kita?? See the next post

[ Inspirasi Kesehatan: Inilah Peran Tahitian Noni dalam mengatasi Kanker Usus secara Alami -1/3-]

Tahitian Noni adalah minuman jus alami berbahan dasar buah Noni terbaik yang ada di wilayah Tahiti. Dalam segala proses pembuatan sangat dijaga kualitas produknya. Telah didukung oleh berbagai penelitian internasional dan teruji secara Human Clinical Studies (pengujian produk langsung ke tubuh/organ manusia, bukan hewan). Banyak masyarakat terbantu kesehatannya dengan Tahitian Noni. Tidak hanya mampu menyembuhkan kanker usus, tetapi juga jenis kanker lainnya dan jenis penyakit lainnya. Kok bisa?? Berikut analisis kesehatannya:


1. Tahitian Noni mengandung bioaktif Damnacanthal, EpiGaloCatesingalate (EGCg), Monoterpen, Antraquinon, yang masing-masing berfungsi untuk:
- Menghambat emboli sel-sel kanker, mengambat interaksi antar sel-sel kanker, memblok ikatan antar sel-sel kanker.

-Menghambat MMPs (metaloproteinase). MMPs merusak ECM (Extra Cellular Matriks) sehingga sel-sel kanker dapat bermetastase. Dengan menghambat MMPs, artinya sel-sel kanker tidak akan dapat bermetastase.

-Menghambat proses aromaterase (proses perubahan androgen adrenal menjadi estrogen sehingga kadar estrogen di dalam darah meningkat). Dengan dihambatnya aromaterase, maka kadar estrogen di dalam darah tidak meningkat.
menghambat protein G dan memblok reseptor estrogen sehingga menghentikan proliferasi dan memicu apoptosis.

- Menghambat angiogenesis dengan cara menghambat VEGF (Vascular Endhotelial Growth Factor) dan BFGF (Basic Fibroblast Growth Factor)


2. Tahitian Noni dapat mengoptimalkan imunitas tubuh, dengan cara:
- induksi NO dan iFg untuk proses fagositosis. Fagositosis adalah proses yang dilakukan sel tubuh untuk menelan kemudian mencerna partikel nutrisi /bakteri. Merupakan bagian yang sangat penting dari fungsi sel tubuh. Sel-sel tubuh akan mengambil nutrisi yang penting untuk melindungi diri dari bakteri berbahaya.

- Induksi TNF (Tumor Necrosis Factor), yaitu untuk membunuh sel kanker.

-Induksi NK (Natural Killer) dan sel limfosit T ( sitolitik sel kanker.

-Produk siliposakarida, yaitu untuk meningkatkan respon imun.

 
3. Tahitian Noni mengandung Proxeronin = Iridoid aglikon
Tahitian Noni dapat memulihkan fungsi dan struktur sel dengan cara mengaktifkan dan meningkatkan fungsi berbagai protein seluler bersama dengan antioksidan.
  
4. Tahitian Noni dapat menghambat proses mutagenesis dan karsinogensis.

Itulah keempat proses kerja Tahitian Noni di dalam tubuh untuk menyembuhkan kanker usus dan juga kanker-kanker lainnya.

Tahitian Noni & Maxidoid adalah minuman jus alami, bukan obat kimia, sehingga aman untuk konsumsi tiap hari dan jangka panjang. Tidak hanya baik untuk menyembuhkan penyakit, tetapi juga baik dikonsumsi untuk menjaga kesehatan tubuh kita, orang tua kita, keluarga, teman, maupun sahabat, karena menjaga lebih baik daripada mengobati!! Bantu ceritakan ke orang-orang yang membutuhkan informasi ini.

Konsultasi kesehatan / produk: 085731379051, pin BB 7CAC560B.

Jangan Lupa Like & Share ke keluarga & teman-teman. Berbagi informasi kesehatan ke orang-orang tersayang :)

Jumat, 02 Oktober 2015

Inspirasi Kesehatan: Cari Tahu tentang Kanker Usus Yuk!!

Kanker usus besar atau kanker kolorektal, kanker usus buntu adalah salah satu dari bentuk kanker yang paling umum dan penyebab kedua kematian yang disebabkan oleh kanker di dunia Barat. Kanker usus besar menyebabkan 655.000 kematian di seluruh dunia setiap tahun (data per Agustus 2015). 


Banyak kanker usus besar yang diketahui berasal dari polip adenoma pada usus dan penumpukan tinja akibat konstipasi yang terlalu lama. Perkembangan polip tersebut kadang-kadang berkembang menjadi kanker. Kanker usus besar merupakan salah satu kanker ganas diantara kanker ganas lainnya. Angka kematian di seluruh dunia mencapai 608.000 orang dan hampir 60% terjadi di negara berkembang. Di AS, 50.000 lebih didiagnosa sebagai kanker usus besar setiap tahunnya dan penyebab kematian nomor dua di AS. Di Indonesia, kanker usus sering ditemukan dan termasuk dalam 10 besar kanker tersering dan termasuk 5 besar kanker mematikan dengan jumlah yang meningkat. Dan usia penderita semakin muda. 

Faktor-faktor penyebab kanker usus besar:
1. Diet yang buruk, yaitu tinggi lemak, junk food, dan protein, serta rendah serat. Konsumsi daging merah dan daging olahan meningkatkan risiko kanker usus sebesar 35%.
2. Merokok. Perokok aktif memiliki risiko kanker usus sebesar 1,5-3kali.
3. Konsumsi alkohol
4. Obesitas
5. Usia: rentang usia >50 tahun beresiko menderita kanker usus.
6. Riwayat keluarga menderita kanker usus atau polipusus.
7. Riwayat menderita kanker sebelumnya, seperti kanker ovarium, kanker payudara, kanker rahim memiliki resiko terkena kanker usus.
8. Riwayat menderita kelainan usus, seperti radang usus.
9. Perubahan gen: penderita kanker usus besar mengalami perubahan gen, yaitu: Hereditary Nonpolyposis Colon Cancer (HNPCC).

Proses terjadinya kanker usus besar:
Diet tinggi lemak dan rendah serat  --> meningkatkan bakteri anaerob (bakteri jahat) memproduksi karsinogen dan lemak hewani memadat pada temperatur tubuh --> feses menjadi padat --> waktu transit di dalam usus kian lama --> sehingga banyak zat racun diabsorpsi dan gesekan feses yang padat membuat lapisan dinding usus mudah lecet --> terjadi peradangan --> kanker usus.

Gejala kanker usus:
1. Sulit BAB (sembelit) atau diare tanpa sebab yang jelas
2. BAB dengan darah akibat pendarahan usus besar
3. Sakit perut yang hebat
4. Berat badan turun dan mudah lelah
5. Perut terasa penuh (kembung) dan rasa ingin muntah.
6. Anemia akibat pendarahan kronis.
7. Nyeri saat BAB dan rectum terasa penuh walaupun telah BAB
8. Melena (BAB berdarah)

Selasa, 29 September 2015

[ Inspirasi Kesehatan: Inilah Penjelasan Ilmiah kenapa Rasulullah Melarang Meniup Makanan dan Minuman Panas ]





Hadis dari Abu Qatadah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا شَرِبَ أَحَدُكُمْ فَلاَ يَتَنَفَّسْ فِي الإِنَاءِ، وَإِذَا أَتَى الخَلاَءَ فَلاَ يَمَسَّ ذَكَرَهُ بِيَمِينِهِ

Apabila kalian minum, janganlah bernafas di dalam gelas, dan ketika buang hajat, janganlah menyentuh kemaluan dengan tangan kanan… (HR. Bukhari 153).

Hadis dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma,

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى أَنْ يُتَنَفَّسَ فِي الإِنَاءِ أَوْ يُنْفَخَ فِيهِ

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang bernafas di dalam gelas atau meniup isi gelas. (HR. Ahmad 1907, Turmudzi 1888, dan dishahihkan Syuaib Al-Arnauth).

Pernyataan mengenai bahaya meniup makanan panas sudah mulai banyak dibahas setelah banyak yang tahu ada hadist nabi yang melarang untuk meniup makanan ataupun minuman panas yang ada dalam wadah, seperti 2 hadits di atas.

Namun, apa alasannya??

Semakin berkembanganya teknologi sains akhirnya sedikit demi sedikit mulai terkuak mengapa nabi melarang umatnya untuk meniup makanan panas, berikut 3 penjelasan ilmiahnya…
Asam Karbonat

Penyebab larangan meniup makanan yang pertama ini sangat berhubungan erat dengan sebuah zat kimia yang disebut asam karbonat. Asam karbonat atau H2C03 adalah senyawa kimia yang sebenarnya sudah ada didalam tubuh kita dimana berfungsi untuk mengatur kadar keasaman darah. Semakin tinggi kandungan asam karbonat dalam darah maka akan semakin asam darah. Pada normalnya darah memiliki batasan kadar keasaman atau Ph yakni 7,35 sampai 7,45.

Jika kadar keasaman ini lebih tinggi dari ph normal maka tubuh dapat berada dalam kondisi asidosis. Kondisi asidosis sendiri cukup berbahaya bagi tubuh yang dapat menyebabkan gangguan jantungan ditandai dengan napas menjadi lebih cepat, sesak, pusing karena tubuh berusaha menyeimbangkan kadar ph darah. Nah, lalu apa hubungannya dengan meniup makanan panas? Penjelasannya adalah apabila seseorang bernafas atau meniupkan nafasnya maka dia akan mengeluarkan senyawa kimia C02 atau karbondioksida. Karbondioksida ini pada dasarnya tidak boleh bersentuhan dengan air, karena jika bersentuhan dengan air yang memiliki susunan kimia H20 akan membentuk senyawa asam karbonat yang berbahaya bagi tubuh.


Meskipun banyak yang mengatakan bahwa asam karbonat yang dihasilkan dari hasil tiupan terhadap makanan dan minuman memiliki pengaruh yang sangat kecil pada kesehatan tubuh, bukankah lebih baik kalau kita berusaha menghindarinya? Mencegah tentu lebih baik dari pada mengobati bukan?

H. Pylori

Bakteri H. Pylori juga memegang peranan penting pada pernyataan bahayanya meniup makanan atau minuman yang masih panas. Bakteri H. Pylori adalah bakteri yang menyebabkan gangguan lambung mulai dari luka kecil hingga membesar menjadi tukak lambung. Yang mengerikan lagi, bakteri ini dapat dengan mudah menyebar melalui pernafasan. Tentu gangguan lambung adalah penyakit yang sosialis, siapapun bisa terjangkit.

Akan sangat bahaya sekali jika seseorang yang memiliki gangguan lambung atau secara tak sadar memiliki gangguan lambung meniup makanan atau minuman yang akan disajikan pada tamu atau pada anaknya. Bakteri itu nantinya akan berpindah dan mengontaminasi makanan atau minuman tersebut dan akhirnya masuk pada tubuh orang lain.

Mikroorganisme

Pernafasan adalah salah satu jalan keluar bagi mikroorganisme, virus dan bakteri untuk menyebar dan menularkan pada manusia lainnya. Tak hanya asam karbonat dan bakter H. Pylori saja yang bisa menular dan menyebar dengan tiupan, tetapi jenis bakteri dan virus lainnya juga bisa menyebar. Sebut saja virus TBC, virus berbahaya yang terkadang tak disadari oleh seseorang yang mengidapnya yang akan dengan mudah menular melalaui droplet dan pernafasan yang intens. Sedangkan makanan atau minuman adalah sesuatu yang jelas akan masuk kedalam tubuh kita, diserap apa saja yang terkandung didalamnya termasuk nutrisi dan bakteri yang terkandung didalamnya.

Kotoran

Kotoran disini diartikan kotoran yang berada di mulut. Mulut adalah tempat kita menghaluskan semua makanan yang juga dicampur dengan berbagai enzim untuk membantu menghancurkan makanan. Makanan yang hancur tak seluruhnya akan masuk kedalam lambung, pastinya ada sisa makanan yang terselip disela-sela gigi atau menempel di dinding-dinding mulut. Tentunya hal itu berhubungan dengan adab menyajikan makanan pada tamu atau orang lain yang sangat tidak sopan jika kita meniupnya. Belum lagi bakteri yang dengan mudah berpindah dari mulut kita kedalam makanan hanya karena tiupan kita.

———-

Dari penjelasan diatas tentunya sudah jelas mengapa meniup makanan atau minuman yang panas sangat tidak dianjurkan. Yang cukup dikhawatirkan adalah jika makanan atau minuman yang ditiup itu diperuntukan bukan untuk orang dewasa yang notabene sudah memiliki kekebalan tubuh maksimal. Melainkan diberikan kepada bayi atau balita yang dimaksudkan karena si bayi tidak bisa meniup makanannya sendiri. Bayi dan balita masih berada dalam usia yang rentan terkena penyakit. Sedikit saja ada kontaminasi asam karbonat atau bakteri lain pasti langsung direspon tubuh dengan gejala-gejala tak normal seperti diare, demam, muntah atau yang lain sebagainya.

Lepas dari itu semua memang sebenarnya manusia hidup dikodratkan untuk sabar dan menikmati kenikmatan yang ada bukan dengan terburu-buru. Dengan begitu kita akan lebih bisa menryukuri kenikmatan yang diberikan Tuhan kepada kita.

Sumber: Fakta Sehat

Jangan lupa Like & Share ke keluarga dan teman-teman. Berbagi informasi kesehatan ke orang-orang tersayang :)

Selasa, 15 September 2015

Inspirasi Kesehatan: Inilah 10 Jenis Penyakit Bahaya Akibat Obesitas !!


Obesitas merupakan suatu kondisi tubuh yang memiliki kadar lemak yang banyak sehingga menyebabkan badan menjadi gemuk atau memiliki berat badan berlebih. Sebenarnya setiap orang memang diharuskan memiliki sejumlah lemak untuk menyimpan energi dan lainnya. Namun jika jumlahnya berlebihan, maka lemak yang menimbun dapat merugikan metabolisme tubuh.

Batasan Pengelompokan Obesitas
Secara klinis, seseorang dapat dikatakan mengalami obesitas ketika berat badan seseorang mencapai 15% lebih berat dari berat badan idealnya. Pengelompokan obesitas yang lain juga diklasifikasikan sebagai berikut:
  • Obesitas ringan, dengan kelebihan berat badan mencapai 20% hingga 40%.
  • Obesitas sedang, dengan kelebihan berat badan mencapai 41% hingga 100%.
  • Obesitas berat, dengan kelebihan berat badan lebih dari 100%.
Kelebihan berat badan atau obesitas bukan hanya sekedar mempengaruhi lebar pinggang, tetapi menimbulkan efek yang lebih buruk lagi. Sejumlah masalah kesehatan yang serius, merupakan bahaya akibat obesitas yang bisa terjadi, adalah sebagai berikut:


1. Gangguan Otak

Menurut penelitian terbaru, ada sejumlah kasus obesitas yang berbahaya bagi otak. Seperti yang dilansir dari My Health News Daily, bahwa obesitas dapat mempengaruhi otak seperti berikut ini:
  • Kecanduan makan
  • Mengubah kinerja sistem imun, Resiko inflamasi menjadi meningkat. Kemudian inflamasi ini akan mempengaruhi otak dan menghancurkan beberapa bagiannya sehingga suasana hati mudah berubah hingga sulit untuk menghentikan kebiasaan makan yang berlebih.
  • Demensia, Berhubungan dengan inflamasi akibat obesitas, ternyata dapat membuat tubuh dan pikiran menjadi gampang stres. Ukuran otak juga bisa mengecil akibat adanya lemak di perut sehingga resiko demensia dapat meningkat.
  • Merusak memori, Menurut studi Journal of the American Geriatric Society, hormon yang diproduksi oleh lemak bisa menyebabkan inflamasi sehingga mempengaruhi bagian kognitif yang akibatnya membuat seseorang akan kehilangan ingatan.

2. Penyakit Jantung

Bahaya obesitas dapat memicu terjadinya serangan jantung, sebab lemak yang berlebih dapat menutupi pembuluh darah pada jantung sehingga menjadi tersumbat. Jika hal ini terjadi, maka serangan jantungpun dapat terjadi termasuk jantung koroner. Gejala-gejala yang ditunjukkan oleh penyakit jantung ini antara lain :
  • Mengalami sakit pada bagian dada seperti ditekan
  • Sakitnya menjalar ke leher seperti tercekik dan ke lengan kiri
  • Sakit pada bagian ulu hati
  • Kadang-kadang disertai dengan kembung
  • Denyut nadi melemah
  • Mengeluarkan keringat dalam waktu yang cepat dan jumlah yang banyak

3. Hipertensi

Obesitas memiliki hubungan yang erat dengan penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi. Hal ini bisa terjadi akibat dari seringnya mengkonsumsi makanan penyebab darah tunggi, kolesterol dan lemak berlebih yang akhirnya dapat memicu penyempitan pembuluh darah sehingga tekanan darah menjadi naik.
Penyakit hipertensi diklasifikasikan menjadi 2 kelompok yaitu:
  • Hipertensi primary, yakni tekanan darah tinggi yang diakibatkan oleh gaya hidup dan faktor lingkungan.
  • Hipertensi secondary, yakni tekanan darah tinggi yang diakibatkan oleh penyakit yang diderita seperti gagal jantung, gagal ginjal hingga kerusakan sistem hormon pada tubuh.
Adapun beberapa gejala yang sering dialami oleh penderita hipertensi adalah:
  • Merasa pusing dan sakit kepala
  • Merasa pegal serta tidak nyaman
  • Merasa oleng atau merasa ingin jatuh
  • Detak jantung bergerak cepat dan berdebar-debar
  • Telinga berdengung

4. Gangguan Saluran Pernapasan

Bahaya obesitas dapat menyebabkan gangguan pernafasan, karena terjadi penimbunan lemak yang berlebihan di bawah diafragma dan pada dinding dada hingga menekan paru-paru. Jika hal ini dibiarkan dapat menyebabkan seseorang mengalami kesulitan dalam bernapas. Pada saat tidur, gangguan pernapasan ini bisa terjadi sehingga menyebabkan pernafasan bisa berhenti untuk sementara (obstructive sleep apnea), sehingga menimbulkan ciri ciri-ciri kurang tidur, seperti sering mengalami kantuk di siang hari.

5. Diabetes

Resiko yang bisa dialami oleh seseorang yang menderita obesitas adalah penyakit diabetes tipe 2. Pada penderita obesitas, insulin yang dihasilkan oleh pankreas terganggu oleh komplikasi-komplikasi obesitas sehingga tidak dapat bekerja maksimal untuk membantu sel-sel menyerap glukosa. Karena kerja insulin menjadi tidak efektif, maka pankreas terus berusaha untuk menghasilkan insulin lebih banyak yang akibatnya kemampuan pankreas semakin berkurang untuk menghasilkan insulin.
Kondisi ini pada umumnya disebut resistensi insulin yang merupakan faktor penyebab seseorang mengalami diabetes tipe 2.

6. Osteoartritis

Saat mengalami obesitas, maka resiko terkena osteoartritis (peradangan sendi) akan semakin rentan. Bagian pada tubuh yang biasa mengalaminya adalah bagian leher, tangan, kaki, dan lutut. Hal ini terjadi karena lemak terus tertimbun dalam tubuh menyebabkan beban tubuh semakin berat dan bertambah. Akibatnya, cairan sendi menjadi berkurang lebih cepat sehingga, bagian-bagian tulang akan saling bergesekan dan rasa nyeripun akan timbul.
Tak jarang, robekan-robekan pada tulang rawan sendi bisa terjadi. Walaupun tubuh memiliki sistem yang dapat memperbaikinya, namun jika terus menerus berlangsung, maka robekan bisa menjadi parah.

7. Stroke

Menurut penelitian, seseorang yang menderita obesitas ternyata lebih beresiko terserang stroke daripada orang yang memiliki ukuran tubuh sedang. Hal ini terjadi karena penderita obesitas cenderung memiliki tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi dan terkena diabetes yang akan memicu terjadinya stroke.

8. Gangguan Kesuburan

Bahaya obesitas bisa mengganggu kesuburan khususnya bagi wanita, akibat berat badan yang berlebih. Dampak dari obesitas ini, ovarium yang memproduksi sel telur tidak memungkinkan wanita untuk hamil. Walaupun terjadi pembuahan, maka janin sulit berkembang secara normal sehingga keguguran sangat rentan terjadi. Selain itu, menstruasi menjadi tidak teratur akibat ketidakseimbangan hormon yang dipicu oleh obesitas.

9. Depresi

Depresi merupakan gangguan kesehatan yang bisa disebabkan oleh obesitas. Kurang percaya diri hingga minder bisa mengakibatkan tekanan-tekanan emosional terjadi. Tak jarang kebiasaan buruk seperti menjadi lebih sensitif dan mudah marah, menjadi salah satu emosi yang dikeluarkan saat merasa depresi sehingga gampang stres.

10. Bahaya Obesitas Menyebabkan Kanker

Baru-baru ini, sebuah fakta mengungkapkan bahwa penderita obesitas beresiko terkena beberapa jenis kanker sebesar 40%. Hormon estrogen yang diproduksi oleh sel lemak inilah, yang sebenarnya merupakan salah satu penyebab resiko kanker menjadi meningkat.
Adapun beberapa jenis kanker yang dapat diakibatkan oleh obesitas, yaitu:
  • Kanker usus
  • Kanker payudara
  • Kanker Kandung Empedu
  • Kanker Rahim
  • Kanker Ginjal
  • Kanker Pankreas
  • Kanker Kerongkongan


Sumber: halosehat.com

Jangan Lupa Share ke temen-teman. Berbagi informasi kesehatan ke orang-orang tersayang :)