Tampilkan postingan dengan label bahaya obesitas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bahaya obesitas. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 September 2015

Inspirasi Kesehatan: Inilah 10 Jenis Penyakit Bahaya Akibat Obesitas !!


Obesitas merupakan suatu kondisi tubuh yang memiliki kadar lemak yang banyak sehingga menyebabkan badan menjadi gemuk atau memiliki berat badan berlebih. Sebenarnya setiap orang memang diharuskan memiliki sejumlah lemak untuk menyimpan energi dan lainnya. Namun jika jumlahnya berlebihan, maka lemak yang menimbun dapat merugikan metabolisme tubuh.

Batasan Pengelompokan Obesitas
Secara klinis, seseorang dapat dikatakan mengalami obesitas ketika berat badan seseorang mencapai 15% lebih berat dari berat badan idealnya. Pengelompokan obesitas yang lain juga diklasifikasikan sebagai berikut:
  • Obesitas ringan, dengan kelebihan berat badan mencapai 20% hingga 40%.
  • Obesitas sedang, dengan kelebihan berat badan mencapai 41% hingga 100%.
  • Obesitas berat, dengan kelebihan berat badan lebih dari 100%.
Kelebihan berat badan atau obesitas bukan hanya sekedar mempengaruhi lebar pinggang, tetapi menimbulkan efek yang lebih buruk lagi. Sejumlah masalah kesehatan yang serius, merupakan bahaya akibat obesitas yang bisa terjadi, adalah sebagai berikut:


1. Gangguan Otak

Menurut penelitian terbaru, ada sejumlah kasus obesitas yang berbahaya bagi otak. Seperti yang dilansir dari My Health News Daily, bahwa obesitas dapat mempengaruhi otak seperti berikut ini:
  • Kecanduan makan
  • Mengubah kinerja sistem imun, Resiko inflamasi menjadi meningkat. Kemudian inflamasi ini akan mempengaruhi otak dan menghancurkan beberapa bagiannya sehingga suasana hati mudah berubah hingga sulit untuk menghentikan kebiasaan makan yang berlebih.
  • Demensia, Berhubungan dengan inflamasi akibat obesitas, ternyata dapat membuat tubuh dan pikiran menjadi gampang stres. Ukuran otak juga bisa mengecil akibat adanya lemak di perut sehingga resiko demensia dapat meningkat.
  • Merusak memori, Menurut studi Journal of the American Geriatric Society, hormon yang diproduksi oleh lemak bisa menyebabkan inflamasi sehingga mempengaruhi bagian kognitif yang akibatnya membuat seseorang akan kehilangan ingatan.

2. Penyakit Jantung

Bahaya obesitas dapat memicu terjadinya serangan jantung, sebab lemak yang berlebih dapat menutupi pembuluh darah pada jantung sehingga menjadi tersumbat. Jika hal ini terjadi, maka serangan jantungpun dapat terjadi termasuk jantung koroner. Gejala-gejala yang ditunjukkan oleh penyakit jantung ini antara lain :
  • Mengalami sakit pada bagian dada seperti ditekan
  • Sakitnya menjalar ke leher seperti tercekik dan ke lengan kiri
  • Sakit pada bagian ulu hati
  • Kadang-kadang disertai dengan kembung
  • Denyut nadi melemah
  • Mengeluarkan keringat dalam waktu yang cepat dan jumlah yang banyak

3. Hipertensi

Obesitas memiliki hubungan yang erat dengan penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi. Hal ini bisa terjadi akibat dari seringnya mengkonsumsi makanan penyebab darah tunggi, kolesterol dan lemak berlebih yang akhirnya dapat memicu penyempitan pembuluh darah sehingga tekanan darah menjadi naik.
Penyakit hipertensi diklasifikasikan menjadi 2 kelompok yaitu:
  • Hipertensi primary, yakni tekanan darah tinggi yang diakibatkan oleh gaya hidup dan faktor lingkungan.
  • Hipertensi secondary, yakni tekanan darah tinggi yang diakibatkan oleh penyakit yang diderita seperti gagal jantung, gagal ginjal hingga kerusakan sistem hormon pada tubuh.
Adapun beberapa gejala yang sering dialami oleh penderita hipertensi adalah:
  • Merasa pusing dan sakit kepala
  • Merasa pegal serta tidak nyaman
  • Merasa oleng atau merasa ingin jatuh
  • Detak jantung bergerak cepat dan berdebar-debar
  • Telinga berdengung

4. Gangguan Saluran Pernapasan

Bahaya obesitas dapat menyebabkan gangguan pernafasan, karena terjadi penimbunan lemak yang berlebihan di bawah diafragma dan pada dinding dada hingga menekan paru-paru. Jika hal ini dibiarkan dapat menyebabkan seseorang mengalami kesulitan dalam bernapas. Pada saat tidur, gangguan pernapasan ini bisa terjadi sehingga menyebabkan pernafasan bisa berhenti untuk sementara (obstructive sleep apnea), sehingga menimbulkan ciri ciri-ciri kurang tidur, seperti sering mengalami kantuk di siang hari.

5. Diabetes

Resiko yang bisa dialami oleh seseorang yang menderita obesitas adalah penyakit diabetes tipe 2. Pada penderita obesitas, insulin yang dihasilkan oleh pankreas terganggu oleh komplikasi-komplikasi obesitas sehingga tidak dapat bekerja maksimal untuk membantu sel-sel menyerap glukosa. Karena kerja insulin menjadi tidak efektif, maka pankreas terus berusaha untuk menghasilkan insulin lebih banyak yang akibatnya kemampuan pankreas semakin berkurang untuk menghasilkan insulin.
Kondisi ini pada umumnya disebut resistensi insulin yang merupakan faktor penyebab seseorang mengalami diabetes tipe 2.

6. Osteoartritis

Saat mengalami obesitas, maka resiko terkena osteoartritis (peradangan sendi) akan semakin rentan. Bagian pada tubuh yang biasa mengalaminya adalah bagian leher, tangan, kaki, dan lutut. Hal ini terjadi karena lemak terus tertimbun dalam tubuh menyebabkan beban tubuh semakin berat dan bertambah. Akibatnya, cairan sendi menjadi berkurang lebih cepat sehingga, bagian-bagian tulang akan saling bergesekan dan rasa nyeripun akan timbul.
Tak jarang, robekan-robekan pada tulang rawan sendi bisa terjadi. Walaupun tubuh memiliki sistem yang dapat memperbaikinya, namun jika terus menerus berlangsung, maka robekan bisa menjadi parah.

7. Stroke

Menurut penelitian, seseorang yang menderita obesitas ternyata lebih beresiko terserang stroke daripada orang yang memiliki ukuran tubuh sedang. Hal ini terjadi karena penderita obesitas cenderung memiliki tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi dan terkena diabetes yang akan memicu terjadinya stroke.

8. Gangguan Kesuburan

Bahaya obesitas bisa mengganggu kesuburan khususnya bagi wanita, akibat berat badan yang berlebih. Dampak dari obesitas ini, ovarium yang memproduksi sel telur tidak memungkinkan wanita untuk hamil. Walaupun terjadi pembuahan, maka janin sulit berkembang secara normal sehingga keguguran sangat rentan terjadi. Selain itu, menstruasi menjadi tidak teratur akibat ketidakseimbangan hormon yang dipicu oleh obesitas.

9. Depresi

Depresi merupakan gangguan kesehatan yang bisa disebabkan oleh obesitas. Kurang percaya diri hingga minder bisa mengakibatkan tekanan-tekanan emosional terjadi. Tak jarang kebiasaan buruk seperti menjadi lebih sensitif dan mudah marah, menjadi salah satu emosi yang dikeluarkan saat merasa depresi sehingga gampang stres.

10. Bahaya Obesitas Menyebabkan Kanker

Baru-baru ini, sebuah fakta mengungkapkan bahwa penderita obesitas beresiko terkena beberapa jenis kanker sebesar 40%. Hormon estrogen yang diproduksi oleh sel lemak inilah, yang sebenarnya merupakan salah satu penyebab resiko kanker menjadi meningkat.
Adapun beberapa jenis kanker yang dapat diakibatkan oleh obesitas, yaitu:
  • Kanker usus
  • Kanker payudara
  • Kanker Kandung Empedu
  • Kanker Rahim
  • Kanker Ginjal
  • Kanker Pankreas
  • Kanker Kerongkongan


Sumber: halosehat.com

Jangan Lupa Share ke temen-teman. Berbagi informasi kesehatan ke orang-orang tersayang :)

Senin, 14 September 2015

Inspirasi Kesehatan: TruAge Body Fiber Blend Atasi Darurat Obesitas dan Penyakit Lainnya


Seperti yang disinggung dalam artikel sebelumnya, saat ini banyak orang yang mengeluhkan permasalahan kelebihan berat badan. Terlebih saat kita mulai menginjak usia 20 tahunan, hormon-hormon di dalam tubuh kita akan bereaksi secara cepat terhadap asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan tubuh akan mudah mengalami kegemukan atau kenaikan berat badan yang tidak sehat. Namun tidak menutup kemungkinan bahwa saat ini permasalahan kelebihan berat badan hingga pada tingkat obesitas juga sudah dialami oleh anak-anak dan orang dewasa karena faktor genetik ditambah dengan pola hidup yang tidak sehat. Itulah mengapa tidak heran jika akhir-akhir ini dikatakan Darurat Obesitas.

Pola makan yang tidak sehat (baik dari segi kualitas makanan hingga pada porsi makanan yang dikonsumsi) seringkali menjadi penyebab kelebihan berat badan. Pola makan tersebut adalah banyak mengkonsumsi makanan berlemak dan berkolesterol, tanpa mengkonsumsi buah dan sayur. Hal tersebut dapat meningkatkan resiko terkena penyakit darah tinggi, jantung dan stroke. Selain itu, mengkonsumsi banyak gula juga merupakan salah satu yang termasuk pola makan tidak sehat dan hal tersebut sangat jarang sekali kita perhatikan. Mengkonsumsi banyak gula dapat meningkatkan resiko penyakit diabetes, obesitas, dan terbentuknya AGEs.  AGEs (advanced glycation end-products) adalah komponen berbahaya dalam tubuh yang telah terbukti sebagai penyebab utama penuaan dan berbagai masalah kesehatan. AGEs berasal dari dua sumber yaitu gula dan protein berlebih yang bergabung.

 
Apa itu TruAge Body Fiber Blend?

TruAge Body Sugar Stop, yang di Indonesia dikenal dengan Fiber Blend, merupakan serat kompleks alami yang menghambat penyerapan gula sebelum berubah menjadi lemak dan AGEs. Fiber Blend adalah salah satu perpaduan unik dari bahan-bahan alami yang dimaksudkan untuk melawan lemak, kolesterol, dan pembentukan AGEs (Advanced Glycation End-products). Fiber Blend sebagai produk unggulan dalam TruAge Morinda yang baru, yang dirancang untuk membantu tubuh manusia melawan senyawa berbahaya yang ditemui setiap hari. Lebih utamanya lagi, Fiber Blend memainkan peranan pendukung yang kuat untuk menurunkan berat badan secara sehat dan selanjutnya menghindari kita dari ancaman obesitas.


Apa saja Kandungan TruAge Body Fiber Blend?

Kandungan TruAge Body Fiber Blend terdiri dari berbagai bahan alami, yaitu: mango fruit powder, carrot vegetable powder, stevia leaf extract, noni fruit pulp, medium chain triglycerides, natural flavor, beta carotene yang berfungsi menghilangkan lemak secara alami di dalam tubuh. TruAge Body Fiber Blend juga mengandung psyillium husk fiber yang dapat menurunkan kadar kolesterol jahat di dalam tubuh.

Selain itu, TruAge Body Fiber Blend juga mengandung White kidney bean extract (seperti kacang merah yang berwarna putih). Banyak yang belum mengetahui tentang kandungan ini. White kidney bean extract berfungsi mencegah gula berlebih terserap di dalam tubuh. Gula yang biasa kita konsumsi, molekul-molekulnya terikat satu sama lain. Setelah masuk didalam darah, enzim didalam tubuh memisahkan ikatan tersebut, yang kemudian gula diserap di dalam tubuh. White kidney bean extract mencegah ikatan molekul gula berlebih terlepas, sehingga tidak dapat terserap (memblokir penyerapan gula) dan keluar dari tubuh kita. Ini berfungsi sebagai penekan nafsu makan yang efektif yang dapat membantu menjaga kadar gula darah dan kolesterol pada tingkat yang sehat. Hal ini dikarenakan tidak semua asupan gula yang masuk ke dalam tubuh kita harus diserap seluruhnya. 

Tubuh kita membutuhkan asupan gula yang cukup pada kadar tertentu saja. Sehingga apabila gula yang masuk ke dalam kita diserap seluruhnya, maka kadar AGEs di dalam tubuh kita akan meningkat, lalu akan menyebabkan timbulnya berbagai macam penyakit, seperti diabetes, berbagai jenis kanker, alzheimer, obesitas, berat badan yang tidak sehat akan meningkat, jantung, stroke, dan lain-lain. Di sinilah peran zat bioactive Iridoid yang terkandung di dalam seluruh produk TruAge Morinda, salah satunya Fiber Blend. Zat bioactive Iridoid ini mampu menekan kadar AGEs di dalam tubuh dan mampu menjaga ketahanan tubuh hingga ke inti sel DNA (repair DNA) serta menyembuhkan berbagai macam jenis penyakit langsung ke akar masalah, bukan hanya menyembuhkan gejalanya.    


Bagaimana Cara Kerja TruAge Body Fiber Blend?

1. Memperlambat penyerapan gula dan lemak sehingga pembakaran gula dan lemak bisa optimal sesuai dengan kadar yang diperlukan tubuh. 
2. Memblokir penyerapan gula berlebih yang tidak diperlukan tubuh dan mengeluarkannya dari tubuh beserta zat-zat berbahaya lainnya.
3. Menjaga gula darah tetap stabil.
4. Membuang lemak dan sampah metabolik.
5. Melawan pembentukan AGEs
6. Kenyang lebih lama serta menekan rasa lapar.


Uji Klinis TruAge Body Fiber Blend

Beberapa Uji Klinis sudah membuktikan potensi Fiber Blend. Morinda melakukan 2 Uji Klinis Fiber Blend secara terpisah. Percobaan pertama berlangsung selama 90 hari dan hasilnya, TruAge para peserta rata-rata turun 7 tahun dan berat badan merekapun rata-rata turun 8,5kg. Karena percobaan tersebut berakhir pada bulan Desember, tidak ada satu pesertapun yang berat badannya naik kembali.
Percobaan kedua masih berlangsung dan saat ini adalah minggu ke-10. Masing-masing peserta telah berhasil menurunkan TruAge mereka dan berat badan mereka rata-rata turun 9,1kg. Para peserta melaporkan bahwa mereka mengalami penurunan keinginan untuk mengonsumsi gula dan setiap peserta di kedua percobaan tersebut menyatakan bahwa energi mereka meningkat. Selain uji klinis Morinda tersebut, ribuan penelitian telah menunjukkan bahwa AGEs menjadi penyebab utama penyakit diabetes, jantung, Alzheimer dan berbagai penyakit lainnya.

“Kami sangat bersemangat karena memiliki produk baru ini sebagai garis depan upaya kami dalam melawan AGEs,” kata Wakil Presiden Pemasaran Morinda, Shon Whitney. “Kami telah melihat hasil yang fenomenal dari masing-masing Uji Klinis kami dan menyaksikan beberapa kehidupan berubah menjadi lebih baik. Dikombinasikan dengan produk TruAge Max (yang di Indonesia bernama Maxidoid), kami percaya bahwa Sugar Stop (Fiber Blend) akan memberikan cara terbaik dan paling inovatif untuk meningkatkan kesehatan, mengatur berat badan dan mencegah efek AGEs terhadap user.”





Video of TruAge Body Morinda: Fiber Blend

Info dan Pemesanan:
085731379051, pin BB: 7CAC560B

Minggu, 13 September 2015

Inspirasi Kesehatan: OBESITAS. ATURLAH POLA MAKAN ANDA!

Obesitas adalah suatu kondisi kelebihan lemak tubuh yang terakumulasi sedemikian rupa sehingga menimbulkan dampak yang merugikan bagi kesehatan, yang kemudian menurunkan harapan hidup seseorang dan meningkatkan masalah kesehatan. Faktor yang mempengaruhi antara lain faktor genetik, faktor psikis, dan faktor lingkungan. Faktor yang paling berperan adalah pola makan yang abnormal, seperti makan dalam jumlah yang sangat banyak atau makan di malam hari.

Obesitas disebabkan oleh ketidakseimbangan antara konsumsi makanan dengan kebutuhan tubuh. Konsumsi makanan yang berlebihan disimpan tubuh dalam bentuk lemak. Lemak inilah yang membuat berat badan menjadi bertambah.

TIPS :

1. Makanlah 3x sehari secara teratur dalam porsi sedang.
2. Konsumsi karbohidrat sangat penting, seperti nasi, nasi merah, jagung, roti gandum, kentang, oatmeal, singkong, dll.
3. Batasi konsumsi lemak dan pilih lemak tidak jenuh seperti ikan, daging ayam tanpa kulit, susu rendah/bebas lemak.
4. Konsumsi protein rendah lemak seperti dada ayam tanpa kulit, putih telur, tahu, tempe, ikan, kacang-kacangan, dll.
5. Konsumsi buah dan sayur setiap hari sangat penting untuk memenuhi kebutuhan serat, vitamin, dan mineral.
6. Kurangi konsumsi makanan yang digoreng dan bersantan.
7. Kurangi makanan yang mengandung gula tinggi seperti soft drink, sirup, kue-kue manis, dan manisan.

HINDARI :

donat, cake, kue kering, fast food, mentega, susu full cream, mayonaise.

OLAHRAGA secara teratur :

Olahraga 5-6x seminggu minimal selama 30 menit. Pilihlah olahraga aerobic seperti : jalan kaki, jogging ringan, senam, bersepeda.

ISTIRAHAT :

Istirahat cukup dengan tidur 7 jam perhari dapat membantu mengurangi kelebihan kalori yang ada dalam tubuh.

Mari hidup sehat tanpa obesitas! :)

Sumber : MedlinePlus