Tampilkan postingan dengan label inflamasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label inflamasi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Oktober 2015

Inspirasi Kesehatan: Cari Tahu tentang Kanker Usus Yuk!!

Kanker usus besar atau kanker kolorektal, kanker usus buntu adalah salah satu dari bentuk kanker yang paling umum dan penyebab kedua kematian yang disebabkan oleh kanker di dunia Barat. Kanker usus besar menyebabkan 655.000 kematian di seluruh dunia setiap tahun (data per Agustus 2015). 


Banyak kanker usus besar yang diketahui berasal dari polip adenoma pada usus dan penumpukan tinja akibat konstipasi yang terlalu lama. Perkembangan polip tersebut kadang-kadang berkembang menjadi kanker. Kanker usus besar merupakan salah satu kanker ganas diantara kanker ganas lainnya. Angka kematian di seluruh dunia mencapai 608.000 orang dan hampir 60% terjadi di negara berkembang. Di AS, 50.000 lebih didiagnosa sebagai kanker usus besar setiap tahunnya dan penyebab kematian nomor dua di AS. Di Indonesia, kanker usus sering ditemukan dan termasuk dalam 10 besar kanker tersering dan termasuk 5 besar kanker mematikan dengan jumlah yang meningkat. Dan usia penderita semakin muda. 

Faktor-faktor penyebab kanker usus besar:
1. Diet yang buruk, yaitu tinggi lemak, junk food, dan protein, serta rendah serat. Konsumsi daging merah dan daging olahan meningkatkan risiko kanker usus sebesar 35%.
2. Merokok. Perokok aktif memiliki risiko kanker usus sebesar 1,5-3kali.
3. Konsumsi alkohol
4. Obesitas
5. Usia: rentang usia >50 tahun beresiko menderita kanker usus.
6. Riwayat keluarga menderita kanker usus atau polipusus.
7. Riwayat menderita kanker sebelumnya, seperti kanker ovarium, kanker payudara, kanker rahim memiliki resiko terkena kanker usus.
8. Riwayat menderita kelainan usus, seperti radang usus.
9. Perubahan gen: penderita kanker usus besar mengalami perubahan gen, yaitu: Hereditary Nonpolyposis Colon Cancer (HNPCC).

Proses terjadinya kanker usus besar:
Diet tinggi lemak dan rendah serat  --> meningkatkan bakteri anaerob (bakteri jahat) memproduksi karsinogen dan lemak hewani memadat pada temperatur tubuh --> feses menjadi padat --> waktu transit di dalam usus kian lama --> sehingga banyak zat racun diabsorpsi dan gesekan feses yang padat membuat lapisan dinding usus mudah lecet --> terjadi peradangan --> kanker usus.

Gejala kanker usus:
1. Sulit BAB (sembelit) atau diare tanpa sebab yang jelas
2. BAB dengan darah akibat pendarahan usus besar
3. Sakit perut yang hebat
4. Berat badan turun dan mudah lelah
5. Perut terasa penuh (kembung) dan rasa ingin muntah.
6. Anemia akibat pendarahan kronis.
7. Nyeri saat BAB dan rectum terasa penuh walaupun telah BAB
8. Melena (BAB berdarah)

Kamis, 10 September 2015


Alhamdulillah, Hemoroid (wasir atau ambeien bisa sembuh dg Tahitian Noni (TN) 


 Kok bisa?? Begini penjelasan ilmiahnya:

1. Kandungan iridoid dalam TN mengandung bioaktif asam deasetil asperulosida, neolignan, quersetin, skopoletin, koumarin, dan aromatik vanillin sbg anti inflamasi (peradangan) dan dapat meregenerasi sel-sel yang rusak.

2. Zat bioaktif lainnya dlm TN, yaitu: etanol, metanol, dan etil asetat berfungsi sbg anti mikroba; quersetin berfungsi sbg anti candida (anti jamur); Xeronine berfungsi utk mengatur aneka protein seluler, memaksimalkan produksi enzim sehingga penyerapan nutri seluler lebih baik, merangsang produksi hormon NO yg dapat mengatur sirkulasi darah ketingkat normal sehingga varises vena hemoroidales menjadi normal kembali.

3. TN kaya serat sehingga membuat feses lebih lunak --> gerakan peristaltik usus menjadi normal dan proses BAB menjadi lancar dan nyaman.

4. TN kaya vitamin & mineral serta 18 asam amino esensial yg dapat meningkatkan sistem imunitas tubuh dan mempercepat proses penyembuhan.

So, tidak perlu ragu & khawatir lagi untuk mengkonsumsi TN untuk penyembuhan atau menjaga kesehatan sekeluarga 


Apa keluhan kesehatan keluarga Anda?text me 


For order & konsultasi:
085731379051, pin BB: 7CAC560B

Jangan lupa berbagi informasi kesehatan ini ke orang-orang tersayang 


‪#‎hemoroid‬ ‪#‎wasir‬ ‪#‎ambeien‬‪#‎obatwasir‬ ‪#‎obatambeien‬ ‪#‎infosehat‬‪#‎inspirasisehat‬ ‪#‎dewasa‬ ‪#‎remaja‬‪#‎anakanak‬ ‪#‎inspirasi‬ ‪#‎motivasi‬‪#‎tahitiannoni‬ ‪#‎inginsehat‬ ‪#‎vitamin‬‪#‎asamamino‬ ‪#‎kedokteran‬‪#‎kesehatan‬ ‪#‎iridoid‬ ‪#‎antiperadangan‬‪#‎antiinfeksi‬ ‪#‎antijamur‬ ‪#‎infeksi‬

Kamis, 27 Agustus 2015

Inspirasi Kesehatan: Inflamasi (Peradangan)

          Inflamasi atau peradangan adalah salah satu proses upaya sistem kekebalan tubuh untuk melindungi diri ketika terdapat benda asing atau patogen masuk ke dalam tubuh atau ketika tubuh mengalami sesuatu yang tidak normal, seperti ketika tubuh mengalami kebakaran, infeksi atau iritasi. Ketika tubuh mengalami infeksi yang disebabkan oleh jamur, virus, atau bakteri, maka tubuh akan meresponnya pertama kali melalui peradangan. 
         Tubuh mengalami peradangan juga sebagai upaya untuk penyembuhan diri. Namun respon tubuh yang berlebihan dapat menyebabkan terjadinya kerusakan jaringan tubuh yang mengalami infeksi, yaitu berupa alergi atau gangguan autoimun pada tubuh. Selain itu, pada beberapa penelitian menunjukkan bahwa inflamasi dalam tubuh dapat memicu munculnya kanker. Oleh karena itu, masalah inflamasi pada tubuh tidak bisa diremehkan, sehingga perlu sekali wawasan dan penanganan khusus terhadap inflamasi.

Gejala
Lima tanda terjadinya inflamasi, yaitu:
  1. Terasa nyeri (dolor) pada daerah yang meradang, terutama bila disentuh. Daerah yang meradang menjadi lebih sensitif.
  2.  Daerah yang meradang berwarna kemerahan (rubor)  karena pembuluh kapiler di daerah tersebut terisi dengan darah yang lebih banyak dari biasanya. 
  3.  Terasa panas atau hangat atau calor pada daerah yang meradang saat disentuh, disebabkan oleh banyaknya darah di daerah tersebut.
  4.  Terjadi immobilitas, yaitu penurunan (functio laesa) atau hilangnya (disfungsi) beberapa fungsi, seperti tidak bisa digerakkan. 
  5.  Terjadi pembengkakan (tumor) yang disebabkan oleh akumulasi cairan.
Jenis Inflamasi
Berdasarkan penyebabnya, inflamasi dibagi menjadi 2 jenis, yaitu:
  1. Inflamasi akut, yaitu inflamasi yang disebabkan oleh penyakit-penyakit akut yang diderita oleh tubuh, seperti: usus buntu akut, bronkhitis akut, infeksi meningitis akut, sakit tenggorokan akibat pilek/flu, dan sebagainya.Inflamasi akut terjadi dimulai dengan cepat dan menjadi parah dengan cepat. Inflamasi akut akan bertahan selama beberapa minggu. 
  2.  Inflamasi kronik, yaitu inflamasi yang disebabkan oleh gagalnya upaya untuk menghilangkan penyebab inflamasi akut. Inflamasi kronik bisa jadi merupakan sebuah respon autoimun terhadap antigen diri sendiri, maksudnya adalah sebagai bentuk respon akibat sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan-jaringan sehat di dalam tubuh. Selain itu, inflamasi kronik juga bisa merupakan sebuah iritasi kronik berintensitas rendah yang bertahan. Penyakit-penyakit yang menyebabkan terjadi inflamasi kronik, antara lain: asma, TB, ulkus peptikum kronik, rheumatoid arthritis, penyakit crohn, dan sebagainya. Inflamasi kronik biasanya disebut dengan inflamasi jangka panjang karena inflamasi yang terjadi berlangsung selama beberapa bulan bahkan beberapa tahun. 
Penyembuhan
Upaya yang dapat dilakukan untuk menyembuhkan inflamasi pada tubuh, antara lain:
1. Obat kimia anti-inflamasi, seperti buprofen, aspirin, kortikosteroid.
2. Jenis makanan yang bisa menyembuhkan inflamasi, seperti: minyak ikan, sayuran hijau, cabai, kunyit, bawang putih, kacang, teh hijau, jahe, blueberry, ubi jalar, pepaya, minyak zaitun, rumput laut, brokoli, salmon, dan jamur shiitake.
3. Zat iridoid yang terdapat dalam Tahitian Noni