Tampilkan postingan dengan label kanker. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kanker. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 Agustus 2016

Tanya-Jawab Seputar Tahitian Noni

Berikut adalah beberapa pertanyaan yang sering kami terima dari para customer. Anda memiliki pertanyaan yang sama? Yuk simak ulasan kami. Jika mempunyai pertanyaan lain, silahkan komen di bawah atau hubungi contact person kami.



  • Apa saja khasiat dari Noni?

    Salah satu penelitian yang paling dibicarakan tentang Noni juice adalah survei yang dilakukan oleh Dr. Neil Solomon terhadap 25.314 pengguna sari buah Noni dari 80 negara dengan melibatkan 1.227 ahli kesehatan. Penelitian yang Ia lakukan berfokus pada TAHITIAN NONI Juice karena merupakan produk yang paling banyak dikonsumsi pada saat itu. Hasil surveinya menunjukkan bahwa sari buah Noni membantu pemulihan sejumlah penyakit berikut: Tekanan darah tinggi (hipertensi), diabetes tipe 1 & 2, sakit jantung, stroke, kanker, tumor, lesu, peningkatan daya seksual, penguatan otot, kegemukan (obesitas), perokok, arthritis, nyeri, depresi, alergi, masalah pencernaan, masalah pernapasan, sulit tidur (insomnia), lemah konsentrasi, peningkatan perasaan sehat, kestabilan mental, sakit ginjal, dan stres. Dari laporan konsumen, biasanya perubahan mulai terasa setelah pemakaian teratur selama 1 minggu-3 bulan pemakaian.
  • Apakah ada efek samping dari produk Noni juice?

    Sejauh ini, belum ada efek samping serius yang dilaporkan. Tapi ada beberapa orang yang mengalami diare pada 1-2 hari pertama, tapi hal itu tidak dialami oleh semua orang. Hal ini merupakan proses detoksifikasi (pengeluaran racun dalam tubuh) dan setiap orang akan mengalami proses detoksifikasi yang berbeda-beda.
  • Apakah Noni juice bisa dikonsumsi bersamaan dengan obat medis atau herbal lain?

    Noni Juice bisa dikonsumsi dengan obat herbal atau obat medis lain dengan ketentuan memberi selang waktu konsumsi 1-2 jam. Tujuannya agar dapat memantau efek samping dari kombinasi pengobatan yang sedang dijalankan.
  • Apakah Noni juice aman bila dikonsumsi oleh ibu hamil?

    Noni juice aman dikonsumsi oleh ibu hamil, malah sangat bagus untuk ibu yang sedang hamil dan janin. Biasanya ibu hamil mengalami peningkatan tekanan darah yang disebabkan oleh stres. Darah tinggi sewaktu hamil karena tekanan pada pembuluh darah, dapat menyebabkan kejang atau kram dan bila sudah parah dapat mengakibatkan keracunan pada janin. Noni juice dapat membantu menstabilkan tekanan darah sehingga menghindari kejang atau kram pada ibu hamil. Dengan stabilnya tekanan darah dari sang Ibu, janin sendiri akan terhindar dari keracunan dan menghindari kemungkinan lahir prematur karena tekanan darah ibu sudah dinormalkan.
  • Apakah Noni juice aman bila dikonsumsi oleh anak-anak?

    Noni juice aman dikonsumsi bayi, balita, dan anak-anak. Yang patut diperhatikan, dosis bagi anak-anak diberikan lebih sedikit daripada orang dewasa.
  • Kandungan apa saja yang terdapat dalam Noni juice?

    Buah Noni mengandung suatu jenis alkaloid yang baru-baru ini ditemukan yang disebut ''seronin'. Seronin bekerja untuk memodifikasi dan menguatkan struktur protein dalam sel-sel tubuh kita. Noni juga mengandung sejenis kumpulan ''polisakarida'' yang bisa menstimulasi dan meningkatkan sistem kekebalan alami tubuh serta dapat  merangsang tubuh untuk memproduksi ''nitrit oksida'' yang dapat membantu melawan tumor, infeksi virus, bakteri, dan parasit. Dengan demikian, Noni juice dapat bertindak sebagai katalis dalam tubuh sehingga dapat merangsang fungsi-fungsi alami tubuh untuk mencapai dan mendapatkan kesehatan yang optimal. Dicapainya peningkatan kesehatan secara alami membuat konsumsi Noni juice sebagai pelengkap yang bagus untuk diet jenis apa pun atau untuk memperoleh kesehatan yang prima.
  • Adakah pantangan sewaktu mengonsumsi Noni juice?

    Sebaiknya menghindari kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol, kopi, dan rokok bila sedang mengonsumsi sari buah Noni, agar kinerja dari kandungan Noni juice bisa berjalan maksimal.
  • Berapa dosis yang dianjurkan dalam mengonsumsi Noni Juice?

    Noni juice bukanlah obat medis, tetapi adalah minuman kesehatan jadi tidak ada dosis khusus. Akan tetapi pada umumnya untuk pencegahan terhadap penyakit, orang dewasa dianjurkan meminumnya: @50 ml, 2 kali/hari, sedangkan untuk anak-anak @2 sendok makan, 2 kali/hari. Untuk membantu penyembuhan, orang dewasa meminumnya: 50-100 ml, 3 kali/hari dan anak-anak: @2-4 sendok makan, 3 kali/hari.
  • Bagaimana cara mengetahui produk Noni juice yang berkualitas dan terjangkau?

    Carilah produsen yang langsung menjual ke konsumen sehingga harganya jauh lebih ekonomis. Pilihlah produk Noni juice yang mengandung 100% Noni juice alami, bukan produk Noni juice dicampur sari buah lainnya. Ditinjau dari segi khasiat, pilihlah produk yang menggunakan buah Noni jenis Morinda citrifolia yang telah terbukti bermanfaat dan didukung oleh berbagai penelitian ilmiah.


    Konsultasi dan pemesanan, silahkan menghubungi:
    SMS/Tlp/Line/WA: 085731379051
    Pin BB: 7CAC560B

    Kami menyediakan Tahitian Noni dan produk Morinda lainnya ASLI & TERJAMIN


Minggu, 14 Februari 2016

Apa itu Tahitian Noni & Maxidoid?

Tahitian Noni & Maxidoid adalah minuman terapeutik pertama yang telah MENOLONG KESEHATAN banyak masyarakat dunia. Keduanya merupakan jus alami berbahan dasar sari buah Mengkudu terbaik yang mengandung berbagai zat aktif alami (anti viral, anti inflamasi, vitamin dan mineral yang lengkap, dan yang utama adalah zat IRIDOID) yang mampu menjaga kesehatan tubuh dan menyembuhkan berbagai macam penyakit ringan hingga kritis, seperti Kanker, Diabetes, Stroke, Kista, Lupus, DBD, Hepatitis, THT, dll.


Zat Iridoid tsb tidak hanya menyembuhkan gejala penyakitnya saja, namun berperan dalam perbaikan akar permasalahan kesehatan hingga tingkat DNA, sehingga tidak heran bila banyak masyarakat yang terbantu Kesehatannya.

Tahitian Noni mengandung 30mg iridoid per takaran saji. Sedangkan, Maxidoid mengandung 120mg irioid (4x Tahitian Noni) per takaran saji. Sehingga Maxidoid sangat disarankan bagi penderita penyakit tertentu yang sudah mencapai tahap kritis. Tahitian Noni berbahan dasar sari buah Mengkudu terbaik dari Kepulauan Tahiti (penghasil buah Mengkudu terbaik, boleh dikroscek di google atau jurnal ilmiah kesehatan), sedangkan Maxidoid berbahan dasar: Buah Mengkudu, Cornellian Cherry, Blueberry, dan Zaitun. Keempat buah alami tsb kaya akan kandungan iridoid, sehingga dapat dikatakan Maxidoid adalah salah satu produk kesehatan Morinda dengan kandungan iridoid paling tinggi. 

Tahitian Noni & Maxidoid bersifat ADAPTOGEN, artinya mampu beradaptasi dg kondisi tubuh dan melengkapi APA YANG DIBUTUHKAN oleh tubuh.

Tahitian Noni & Maxidoid tidak memiliki efek samping, bebas racun, tidak meninggalkan residu di dalam tubuh, dan mampu bersinergi dg obat dokter, sehingga aman dikonsumsi untuk jangka panjang (justru sangat dianjurkan untuk konsumsi rutin dalam jangka panjang. Maxidoid dan Tahitian Noni telah melalui uji penelitian ilmiah yang paling tinggi dalam bidang keilmuan, yaitu Human Clinical Studies (diuji cobakan langsung pada tubuh manusia, bukan hewan seperti produk kompetitor). Penelitian mengenai manfaat dan hasil dari Maxidoid dan Tahitian Noni banyak ditemukan di media massa (silahkan searching di google).

Maxidoid & Tahitian Noni sangat concern pada penurunan AGEs (penyebab utama pada permasalahan kesehatan dan aging). Uji coba terbaru Maxidoid dilakukan pada penderita Diabetes. Hasilnya adalah setelah 3 minggu, angka AGEs dan kadar gula penderita diabetes mengalami penurunan sebesar 24% (bisa disearching di google).

Telah banyak testimoni dari masyarakat di Indonesia maupun di mancanegara mengenai kesembuhan dan perubahan kesehatan dg konsumsi Tahitian Noni & Maxidoid, seperti sembuh dari Diabetes, Kanker, Kista, HIV, Lupus, tidak jadi operasi, Leukimia, Alzheimer, dll.

Untuk konsultasi lebih lanjut atau order, silahkan hubungi admin ya: 085731379051 (Line/WA), pin BB 7CAC560B.

Jangan lupa ceritakan informasi bermanfaat ini kepada orang2 terdekat Anda yang membutuhkan :)

Jaga kesehatan Kita dan Keluarga kita :)
Live Healthier, Younger, Longer.
READY STOCK ya.

Senin, 12 Oktober 2015

[ Inspirasi Kesehatan: Inilah Peran Tahitian Noni dalam mengatasi Kanker Usus secara Alami -1/3-]

Tahitian Noni adalah minuman jus alami berbahan dasar buah Noni terbaik yang ada di wilayah Tahiti. Dalam segala proses pembuatan sangat dijaga kualitas produknya. Telah didukung oleh berbagai penelitian internasional dan teruji secara Human Clinical Studies (pengujian produk langsung ke tubuh/organ manusia, bukan hewan). Banyak masyarakat terbantu kesehatannya dengan Tahitian Noni. Tidak hanya mampu menyembuhkan kanker usus, tetapi juga jenis kanker lainnya dan jenis penyakit lainnya. Kok bisa?? Berikut analisis kesehatannya:


1. Tahitian Noni mengandung bioaktif Damnacanthal, EpiGaloCatesingalate (EGCg), Monoterpen, Antraquinon, yang masing-masing berfungsi untuk:
- Menghambat emboli sel-sel kanker, mengambat interaksi antar sel-sel kanker, memblok ikatan antar sel-sel kanker.

-Menghambat MMPs (metaloproteinase). MMPs merusak ECM (Extra Cellular Matriks) sehingga sel-sel kanker dapat bermetastase. Dengan menghambat MMPs, artinya sel-sel kanker tidak akan dapat bermetastase.

-Menghambat proses aromaterase (proses perubahan androgen adrenal menjadi estrogen sehingga kadar estrogen di dalam darah meningkat). Dengan dihambatnya aromaterase, maka kadar estrogen di dalam darah tidak meningkat.
menghambat protein G dan memblok reseptor estrogen sehingga menghentikan proliferasi dan memicu apoptosis.

- Menghambat angiogenesis dengan cara menghambat VEGF (Vascular Endhotelial Growth Factor) dan BFGF (Basic Fibroblast Growth Factor)


2. Tahitian Noni dapat mengoptimalkan imunitas tubuh, dengan cara:
- induksi NO dan iFg untuk proses fagositosis. Fagositosis adalah proses yang dilakukan sel tubuh untuk menelan kemudian mencerna partikel nutrisi /bakteri. Merupakan bagian yang sangat penting dari fungsi sel tubuh. Sel-sel tubuh akan mengambil nutrisi yang penting untuk melindungi diri dari bakteri berbahaya.

- Induksi TNF (Tumor Necrosis Factor), yaitu untuk membunuh sel kanker.

-Induksi NK (Natural Killer) dan sel limfosit T ( sitolitik sel kanker.

-Produk siliposakarida, yaitu untuk meningkatkan respon imun.

 
3. Tahitian Noni mengandung Proxeronin = Iridoid aglikon
Tahitian Noni dapat memulihkan fungsi dan struktur sel dengan cara mengaktifkan dan meningkatkan fungsi berbagai protein seluler bersama dengan antioksidan.
  
4. Tahitian Noni dapat menghambat proses mutagenesis dan karsinogensis.

Itulah keempat proses kerja Tahitian Noni di dalam tubuh untuk menyembuhkan kanker usus dan juga kanker-kanker lainnya.

Tahitian Noni & Maxidoid adalah minuman jus alami, bukan obat kimia, sehingga aman untuk konsumsi tiap hari dan jangka panjang. Tidak hanya baik untuk menyembuhkan penyakit, tetapi juga baik dikonsumsi untuk menjaga kesehatan tubuh kita, orang tua kita, keluarga, teman, maupun sahabat, karena menjaga lebih baik daripada mengobati!! Bantu ceritakan ke orang-orang yang membutuhkan informasi ini.

Konsultasi kesehatan / produk: 085731379051, pin BB 7CAC560B.

Jangan Lupa Like & Share ke keluarga & teman-teman. Berbagi informasi kesehatan ke orang-orang tersayang :)

Jumat, 02 Oktober 2015

Inspirasi Kesehatan: Cari Tahu tentang Kanker Usus Yuk!!

Kanker usus besar atau kanker kolorektal, kanker usus buntu adalah salah satu dari bentuk kanker yang paling umum dan penyebab kedua kematian yang disebabkan oleh kanker di dunia Barat. Kanker usus besar menyebabkan 655.000 kematian di seluruh dunia setiap tahun (data per Agustus 2015). 


Banyak kanker usus besar yang diketahui berasal dari polip adenoma pada usus dan penumpukan tinja akibat konstipasi yang terlalu lama. Perkembangan polip tersebut kadang-kadang berkembang menjadi kanker. Kanker usus besar merupakan salah satu kanker ganas diantara kanker ganas lainnya. Angka kematian di seluruh dunia mencapai 608.000 orang dan hampir 60% terjadi di negara berkembang. Di AS, 50.000 lebih didiagnosa sebagai kanker usus besar setiap tahunnya dan penyebab kematian nomor dua di AS. Di Indonesia, kanker usus sering ditemukan dan termasuk dalam 10 besar kanker tersering dan termasuk 5 besar kanker mematikan dengan jumlah yang meningkat. Dan usia penderita semakin muda. 

Faktor-faktor penyebab kanker usus besar:
1. Diet yang buruk, yaitu tinggi lemak, junk food, dan protein, serta rendah serat. Konsumsi daging merah dan daging olahan meningkatkan risiko kanker usus sebesar 35%.
2. Merokok. Perokok aktif memiliki risiko kanker usus sebesar 1,5-3kali.
3. Konsumsi alkohol
4. Obesitas
5. Usia: rentang usia >50 tahun beresiko menderita kanker usus.
6. Riwayat keluarga menderita kanker usus atau polipusus.
7. Riwayat menderita kanker sebelumnya, seperti kanker ovarium, kanker payudara, kanker rahim memiliki resiko terkena kanker usus.
8. Riwayat menderita kelainan usus, seperti radang usus.
9. Perubahan gen: penderita kanker usus besar mengalami perubahan gen, yaitu: Hereditary Nonpolyposis Colon Cancer (HNPCC).

Proses terjadinya kanker usus besar:
Diet tinggi lemak dan rendah serat  --> meningkatkan bakteri anaerob (bakteri jahat) memproduksi karsinogen dan lemak hewani memadat pada temperatur tubuh --> feses menjadi padat --> waktu transit di dalam usus kian lama --> sehingga banyak zat racun diabsorpsi dan gesekan feses yang padat membuat lapisan dinding usus mudah lecet --> terjadi peradangan --> kanker usus.

Gejala kanker usus:
1. Sulit BAB (sembelit) atau diare tanpa sebab yang jelas
2. BAB dengan darah akibat pendarahan usus besar
3. Sakit perut yang hebat
4. Berat badan turun dan mudah lelah
5. Perut terasa penuh (kembung) dan rasa ingin muntah.
6. Anemia akibat pendarahan kronis.
7. Nyeri saat BAB dan rectum terasa penuh walaupun telah BAB
8. Melena (BAB berdarah)

Selasa, 15 September 2015

Inspirasi Kesehatan: Inilah 10 Jenis Penyakit Bahaya Akibat Obesitas !!


Obesitas merupakan suatu kondisi tubuh yang memiliki kadar lemak yang banyak sehingga menyebabkan badan menjadi gemuk atau memiliki berat badan berlebih. Sebenarnya setiap orang memang diharuskan memiliki sejumlah lemak untuk menyimpan energi dan lainnya. Namun jika jumlahnya berlebihan, maka lemak yang menimbun dapat merugikan metabolisme tubuh.

Batasan Pengelompokan Obesitas
Secara klinis, seseorang dapat dikatakan mengalami obesitas ketika berat badan seseorang mencapai 15% lebih berat dari berat badan idealnya. Pengelompokan obesitas yang lain juga diklasifikasikan sebagai berikut:
  • Obesitas ringan, dengan kelebihan berat badan mencapai 20% hingga 40%.
  • Obesitas sedang, dengan kelebihan berat badan mencapai 41% hingga 100%.
  • Obesitas berat, dengan kelebihan berat badan lebih dari 100%.
Kelebihan berat badan atau obesitas bukan hanya sekedar mempengaruhi lebar pinggang, tetapi menimbulkan efek yang lebih buruk lagi. Sejumlah masalah kesehatan yang serius, merupakan bahaya akibat obesitas yang bisa terjadi, adalah sebagai berikut:


1. Gangguan Otak

Menurut penelitian terbaru, ada sejumlah kasus obesitas yang berbahaya bagi otak. Seperti yang dilansir dari My Health News Daily, bahwa obesitas dapat mempengaruhi otak seperti berikut ini:
  • Kecanduan makan
  • Mengubah kinerja sistem imun, Resiko inflamasi menjadi meningkat. Kemudian inflamasi ini akan mempengaruhi otak dan menghancurkan beberapa bagiannya sehingga suasana hati mudah berubah hingga sulit untuk menghentikan kebiasaan makan yang berlebih.
  • Demensia, Berhubungan dengan inflamasi akibat obesitas, ternyata dapat membuat tubuh dan pikiran menjadi gampang stres. Ukuran otak juga bisa mengecil akibat adanya lemak di perut sehingga resiko demensia dapat meningkat.
  • Merusak memori, Menurut studi Journal of the American Geriatric Society, hormon yang diproduksi oleh lemak bisa menyebabkan inflamasi sehingga mempengaruhi bagian kognitif yang akibatnya membuat seseorang akan kehilangan ingatan.

2. Penyakit Jantung

Bahaya obesitas dapat memicu terjadinya serangan jantung, sebab lemak yang berlebih dapat menutupi pembuluh darah pada jantung sehingga menjadi tersumbat. Jika hal ini terjadi, maka serangan jantungpun dapat terjadi termasuk jantung koroner. Gejala-gejala yang ditunjukkan oleh penyakit jantung ini antara lain :
  • Mengalami sakit pada bagian dada seperti ditekan
  • Sakitnya menjalar ke leher seperti tercekik dan ke lengan kiri
  • Sakit pada bagian ulu hati
  • Kadang-kadang disertai dengan kembung
  • Denyut nadi melemah
  • Mengeluarkan keringat dalam waktu yang cepat dan jumlah yang banyak

3. Hipertensi

Obesitas memiliki hubungan yang erat dengan penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi. Hal ini bisa terjadi akibat dari seringnya mengkonsumsi makanan penyebab darah tunggi, kolesterol dan lemak berlebih yang akhirnya dapat memicu penyempitan pembuluh darah sehingga tekanan darah menjadi naik.
Penyakit hipertensi diklasifikasikan menjadi 2 kelompok yaitu:
  • Hipertensi primary, yakni tekanan darah tinggi yang diakibatkan oleh gaya hidup dan faktor lingkungan.
  • Hipertensi secondary, yakni tekanan darah tinggi yang diakibatkan oleh penyakit yang diderita seperti gagal jantung, gagal ginjal hingga kerusakan sistem hormon pada tubuh.
Adapun beberapa gejala yang sering dialami oleh penderita hipertensi adalah:
  • Merasa pusing dan sakit kepala
  • Merasa pegal serta tidak nyaman
  • Merasa oleng atau merasa ingin jatuh
  • Detak jantung bergerak cepat dan berdebar-debar
  • Telinga berdengung

4. Gangguan Saluran Pernapasan

Bahaya obesitas dapat menyebabkan gangguan pernafasan, karena terjadi penimbunan lemak yang berlebihan di bawah diafragma dan pada dinding dada hingga menekan paru-paru. Jika hal ini dibiarkan dapat menyebabkan seseorang mengalami kesulitan dalam bernapas. Pada saat tidur, gangguan pernapasan ini bisa terjadi sehingga menyebabkan pernafasan bisa berhenti untuk sementara (obstructive sleep apnea), sehingga menimbulkan ciri ciri-ciri kurang tidur, seperti sering mengalami kantuk di siang hari.

5. Diabetes

Resiko yang bisa dialami oleh seseorang yang menderita obesitas adalah penyakit diabetes tipe 2. Pada penderita obesitas, insulin yang dihasilkan oleh pankreas terganggu oleh komplikasi-komplikasi obesitas sehingga tidak dapat bekerja maksimal untuk membantu sel-sel menyerap glukosa. Karena kerja insulin menjadi tidak efektif, maka pankreas terus berusaha untuk menghasilkan insulin lebih banyak yang akibatnya kemampuan pankreas semakin berkurang untuk menghasilkan insulin.
Kondisi ini pada umumnya disebut resistensi insulin yang merupakan faktor penyebab seseorang mengalami diabetes tipe 2.

6. Osteoartritis

Saat mengalami obesitas, maka resiko terkena osteoartritis (peradangan sendi) akan semakin rentan. Bagian pada tubuh yang biasa mengalaminya adalah bagian leher, tangan, kaki, dan lutut. Hal ini terjadi karena lemak terus tertimbun dalam tubuh menyebabkan beban tubuh semakin berat dan bertambah. Akibatnya, cairan sendi menjadi berkurang lebih cepat sehingga, bagian-bagian tulang akan saling bergesekan dan rasa nyeripun akan timbul.
Tak jarang, robekan-robekan pada tulang rawan sendi bisa terjadi. Walaupun tubuh memiliki sistem yang dapat memperbaikinya, namun jika terus menerus berlangsung, maka robekan bisa menjadi parah.

7. Stroke

Menurut penelitian, seseorang yang menderita obesitas ternyata lebih beresiko terserang stroke daripada orang yang memiliki ukuran tubuh sedang. Hal ini terjadi karena penderita obesitas cenderung memiliki tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi dan terkena diabetes yang akan memicu terjadinya stroke.

8. Gangguan Kesuburan

Bahaya obesitas bisa mengganggu kesuburan khususnya bagi wanita, akibat berat badan yang berlebih. Dampak dari obesitas ini, ovarium yang memproduksi sel telur tidak memungkinkan wanita untuk hamil. Walaupun terjadi pembuahan, maka janin sulit berkembang secara normal sehingga keguguran sangat rentan terjadi. Selain itu, menstruasi menjadi tidak teratur akibat ketidakseimbangan hormon yang dipicu oleh obesitas.

9. Depresi

Depresi merupakan gangguan kesehatan yang bisa disebabkan oleh obesitas. Kurang percaya diri hingga minder bisa mengakibatkan tekanan-tekanan emosional terjadi. Tak jarang kebiasaan buruk seperti menjadi lebih sensitif dan mudah marah, menjadi salah satu emosi yang dikeluarkan saat merasa depresi sehingga gampang stres.

10. Bahaya Obesitas Menyebabkan Kanker

Baru-baru ini, sebuah fakta mengungkapkan bahwa penderita obesitas beresiko terkena beberapa jenis kanker sebesar 40%. Hormon estrogen yang diproduksi oleh sel lemak inilah, yang sebenarnya merupakan salah satu penyebab resiko kanker menjadi meningkat.
Adapun beberapa jenis kanker yang dapat diakibatkan oleh obesitas, yaitu:
  • Kanker usus
  • Kanker payudara
  • Kanker Kandung Empedu
  • Kanker Rahim
  • Kanker Ginjal
  • Kanker Pankreas
  • Kanker Kerongkongan


Sumber: halosehat.com

Jangan Lupa Share ke temen-teman. Berbagi informasi kesehatan ke orang-orang tersayang :)

Senin, 31 Agustus 2015

Inspirasi Kesehatan: Kanker Payudara dan Terapi Tahitian Noni




             Ini nih salah satu penyakit yang menjadi momok setiap wanita!! Setiap tahun, penderita penyakit kanker payudara terus mengalami peningkatan. Bahkan kanker payudara menduduki posisi kedua penyebab kematian, seperti yang dilansir dari laman republika.co.id:

"Menurut laporan World Cancer 2014 International Agency for Research on Cancer (IARC) di WHO, pada 2012 ada sekitar 14 juta kasus baru kanker terjadi. Yang paling umum adalah 13 persen kanker paru, 11,9 persen payudara, dan 9 persen tumor usus."

 Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Tjandra Yoga Aditama mengatakan jumlah penderita kanker diperkirakan akan terus meningkat dari tahun ke tahun. Perkiraannya jumlahnya mencapai 12 juta jiwa pada tahun 2030. WHO juga menyebutkan setiap tahun ada 6,25 juta orang baru yang yang menderita kanker. Hal ini menunjukkan semakin mudahnya wanita di Indonesia terkena kanker payudara dan masih kurangnya kepedulian wanita di Indonesia ter. Sebelum terlanjur terkena penyakit ini, mari kita buka wawasan kita para perempuan mengenai penyakit kanker payudara lebih detail dan sebarkan kabar baik kepada wanita-wanita kesayangan kita :)

Faktor Risiko Kanker Payudara
1.   60% kanker payudara terjadi pada usia 60 tahunan. Namun berita yang didapat dari Yayasan Kesehatan Payudara Jakarta, akhir-akhir ini didapatkan bahwa banyak penderita kanker payudara adalah mereka-mereka yang usianya masih relatif muda (ABG dan remaja).
2.   Pernah menderita kanker payudara sebelumnya.
3.   Keluarga menderita kanker payudara, misalnya ibu, saudara kandung. Anak memiliki risiko 3x lebih besar.
4.   Faktor genetik dan hormonal
5.   Masa menarke (haid pertama) dan menopause. Semakin cepat menarke (dibawah usia 12 tahun) semakin berisiko. Semakin lama menopause (di atas usia 55 tahun) semakin berisiko.
6.   Pemakaian KB hormonal
7.   Konsumsi alkohol
8.   Konsumsi Dietilstilbestrol (obat pencegah keguguran)
9.   Berbagai karsinogen dan radikal bebas.
10. Life style atau pola hidup yang tidak sehat, seperti: sering mengkonsumsi makanan tidak sehat,  junk food, merokok, tidur terlalu malam / melakukan banyak aktivitas hingga larut malam / begadang.

Gejala Kanker Payudara
1.    Awalnya adanya benjolan yang diraba tanpa sengaja.
2.    Stadium selanjutnya, benjolan telah melekat pada dinding dada atau kulit. Kadang bengkak, borok, atau kulit seperti kulit jeruk. Indikasi lainnya, terasa benjolan di ketiak.
3.    Bentuk dan ukuran payudara berubah.
4.    Keluar cairan abnormal di puting atau puting susu tertarik ke dalam.
5.    Perubahan kulit di sekitar payudara, misalnya bersisik.
6.    Payudara nyeri, gatal, dan bengkak
7.    Gejala kondisi umum: lemah, berat badan menurun, demam yang tidak kunjung sembuh, nafsu makan berkurang. 

Tes Penyaringan
Bentuk kepedulian kita terhadap kesehatan diri kita sendiri adalah dengan melakukan pemeriksaan sejak dini terhadap anggota-anggota badan kita, salah satunya yang penting sekali bagi wanita adalah kepedulian kita organ payudara kita. Sangat penting sekali kita harus melakukan pemeriksaan dini terhadap organ payudara kita untuk mencegah sejak awal penyakit kanker payudara. Berikut langkah-langkah pemeriksaan dini kanker payudara:
1.      SADARI (Periksa Payudara Sendiri)
2.      Mammografi
3.      USG Payudara
4.      Biopsi
5.      Bedah

Terapi Tahitian Noni

1.    Pencegahan
Tahitian Noni merupakan minuman jus herbal noni yang memfasilitasi anda yang ingin mencegah segala jenis penyakit, termasuk salah satunya adalah pencegahan kanker payudara dengan proses kerja di dalam tubuh sebagai berikut:
a.   Kandungan iridoid dalam Tahitian Noni mampu menghambat pertumbuhan STAT 3 (Signal Transducer and Activator of Transcription), yaitu mengubah sel sehat menjadi sel kanker.
b.   Iridoid merupakan zat anti oksidan terbaik karena mengandung vitamin C, E, A, dan Selenium serta mampu mengaktifkan enzim anti oksidan di dalam tubuh, seperti: Katalase, Glutatin Peroksidase, dan SOD (Super Oksida Dismutase) dimana kesemua zat anti oksidan tersebut sangat baik sebagai:
-     Proteksi sel-sel darah putih
-     Proteksi hati dengan menghambat gangguan enzim sitokrom hati CP 450
-     Proteksi sel endotel pembuluh darah
-     Proteksi sel dari kerusakan oksidasi
-     Proteksi terhadap TBA-RS (Tio Barbiturat Acid Reactive Subtance)
c.   Iridoid mampu mengaktifkan enzim DNA repair karena iridoid mengandung 17 asam amino esensial yang sangat penting bagi perbaikan dan pertumbuhan DNA kita di dalam tubuh.

2.    Pengobatan / Terapi
Selain mampu mencegah, Tahitian Noni juga mampu menyembuhkan penyakit kanker payudara bagi penderitanya karena lagi-lagi kandungan iridoid yang cukup di dalam Tahitian Noni dan zat-zat lainnya yang mampu menyembuhkan akar masalah kanker payudara, yaitu:
a.   Tahitian Noni mengandung zat EGCg (Epigalo Catesingallat) dan Resveratrol yang mampu mengatasi NFKB.
b.   Tahitian Noni mengaktifkan enzim Cox-2 inhibitor dan Lox-5 inhibitor yang mampu mengatasi Cox-2 dan Lox-5.
c.   Menghambat angiogenesis dengan kandungan zat-zat di dalam Tahitian Noni, yaitu:
-       Antraquinon dan asam elegat
-       Dengan menghambat VEGF (Vaskular Endothel Growth Factor)
-       BFGF (Basic Fibroblast Growth Factor)
d.  Tahitian Noni mengaktifkan enzim Glucopyronase yang berfungsi sebagai Growth factor inhibitor, menstimulasi sitokin, dan mengaktifkan makrofag.
e.   Sitotoksik sel kanker oleh bioaktif Damnacantal.
f.    Mengaktifkan apoptosis oleh Monoterpen.

3.    Pencegahan Metastase Penjalaran Sel Kanker
a.   Tahitian Noni menghambat MMPs (Metaloproteinase) yang bersifat merusak matriks ekstra seluler.
b.   Tahitian Noni mengandung mineral Ca yang mampu mencegah sel kanker memisahkan diri dari induk sel kanker sehingga interaksi antarsel kanker dapat terhambat.
c.   Tahitian Noni mengandung beta sitosterol dan limonene sehingga dapat menghambat metastase.
d.  Tahitian Noni mampu mengubah pH sel.

4.    Immunomodulator
Karena Tahitian Noni mengandung polisakarida dan mampu meningkatkan sekresi NO, maka Tahitian Noni mampu meningkatkan sel-sel imun di dalam tubuh, antara lain:
-          IFg yang bersifat fagositosis
-          Induk TNF yang berfungsi untuk membunuh sel kanker.
-          Induk NK (Natural Killer) dan sel limfosit T à sitolitik sel kanker

Dosis Tahitian Noni
1.    Tahitian Noni Original, atau
2.    Tahitian Noni Extra

Untuk takaran dosis, silahkan menghubungi admin