-
Apa saja khasiat dari Noni?
Salah satu penelitian yang paling dibicarakan tentang Noni juice adalah survei yang dilakukan oleh Dr. Neil Solomon terhadap 25.314 pengguna sari buah Noni dari 80 negara dengan melibatkan 1.227 ahli kesehatan. Penelitian yang Ia lakukan berfokus pada TAHITIAN NONI Juice karena merupakan produk yang paling banyak dikonsumsi pada saat itu. Hasil surveinya menunjukkan bahwa sari buah Noni membantu pemulihan sejumlah penyakit berikut: Tekanan darah tinggi (hipertensi), diabetes tipe 1 & 2, sakit jantung, stroke, kanker, tumor, lesu, peningkatan daya seksual, penguatan otot, kegemukan (obesitas), perokok, arthritis, nyeri, depresi, alergi, masalah pencernaan, masalah pernapasan, sulit tidur (insomnia), lemah konsentrasi, peningkatan perasaan sehat, kestabilan mental, sakit ginjal, dan stres. Dari laporan konsumen, biasanya perubahan mulai terasa setelah pemakaian teratur selama 1 minggu-3 bulan pemakaian.
-
Apakah ada efek samping dari produk Noni juice?
Sejauh ini, belum ada efek samping serius yang dilaporkan. Tapi ada beberapa orang yang mengalami diare pada 1-2 hari pertama, tapi hal itu tidak dialami oleh semua orang. Hal ini merupakan proses detoksifikasi (pengeluaran racun dalam tubuh) dan setiap orang akan mengalami proses detoksifikasi yang berbeda-beda.
-
Apakah Noni juice bisa dikonsumsi bersamaan dengan obat medis atau herbal lain?
Noni Juice bisa dikonsumsi dengan obat herbal atau obat medis lain dengan ketentuan memberi selang waktu konsumsi 1-2 jam. Tujuannya agar dapat memantau efek samping dari kombinasi pengobatan yang sedang dijalankan.
-
Apakah Noni juice aman bila dikonsumsi oleh ibu hamil?
Noni juice aman dikonsumsi oleh ibu hamil, malah sangat bagus untuk ibu yang sedang hamil dan janin. Biasanya ibu hamil mengalami peningkatan tekanan darah yang disebabkan oleh stres. Darah tinggi sewaktu hamil karena tekanan pada pembuluh darah, dapat menyebabkan kejang atau kram dan bila sudah parah dapat mengakibatkan keracunan pada janin. Noni juice dapat membantu menstabilkan tekanan darah sehingga menghindari kejang atau kram pada ibu hamil. Dengan stabilnya tekanan darah dari sang Ibu, janin sendiri akan terhindar dari keracunan dan menghindari kemungkinan lahir prematur karena tekanan darah ibu sudah dinormalkan.
-
Apakah Noni juice aman bila dikonsumsi oleh anak-anak?
Noni juice aman dikonsumsi bayi, balita, dan anak-anak. Yang patut diperhatikan, dosis bagi anak-anak diberikan lebih sedikit daripada orang dewasa.
-
Kandungan apa saja yang terdapat dalam Noni juice?
Buah Noni mengandung suatu jenis alkaloid yang baru-baru ini ditemukan yang disebut ''seronin'. Seronin bekerja untuk memodifikasi dan menguatkan struktur protein dalam sel-sel tubuh kita. Noni juga mengandung sejenis kumpulan ''polisakarida'' yang bisa menstimulasi dan meningkatkan sistem kekebalan alami tubuh serta dapat merangsang tubuh untuk memproduksi ''nitrit oksida'' yang dapat membantu melawan tumor, infeksi virus, bakteri, dan parasit. Dengan demikian, Noni juice dapat bertindak sebagai katalis dalam tubuh sehingga dapat merangsang fungsi-fungsi alami tubuh untuk mencapai dan mendapatkan kesehatan yang optimal. Dicapainya peningkatan kesehatan secara alami membuat konsumsi Noni juice sebagai pelengkap yang bagus untuk diet jenis apa pun atau untuk memperoleh kesehatan yang prima.
-
Adakah pantangan sewaktu mengonsumsi Noni juice?
Sebaiknya menghindari kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol, kopi, dan rokok bila sedang mengonsumsi sari buah Noni, agar kinerja dari kandungan Noni juice bisa berjalan maksimal.
-
Berapa dosis yang dianjurkan dalam mengonsumsi Noni Juice?
Noni juice bukanlah obat medis, tetapi adalah minuman kesehatan jadi tidak ada dosis khusus. Akan tetapi pada umumnya untuk pencegahan terhadap penyakit, orang dewasa dianjurkan meminumnya: @50 ml, 2 kali/hari, sedangkan untuk anak-anak @2 sendok makan, 2 kali/hari. Untuk membantu penyembuhan, orang dewasa meminumnya: 50-100 ml, 3 kali/hari dan anak-anak: @2-4 sendok makan, 3 kali/hari.
-
Bagaimana cara mengetahui produk Noni juice yang berkualitas dan terjangkau?
Carilah produsen yang langsung menjual ke konsumen sehingga harganya jauh lebih ekonomis. Pilihlah produk Noni juice yang mengandung 100% Noni juice alami, bukan produk Noni juice dicampur sari buah lainnya. Ditinjau dari segi khasiat, pilihlah produk yang menggunakan buah Noni jenis Morinda citrifolia yang telah terbukti bermanfaat dan didukung oleh berbagai penelitian ilmiah.
Konsultasi dan pemesanan, silahkan menghubungi:
SMS/Tlp/Line/WA: 085731379051
Pin BB: 7CAC560B
Kami menyediakan Tahitian Noni dan produk Morinda lainnya ASLI & TERJAMIN
AGEs Care, TruAge Community, Tahitian Noni, Maxidoid, Fiber Blend, Prominvit, AGE Therapy Gel
Tampilkan postingan dengan label kanker. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kanker. Tampilkan semua postingan
Kamis, 11 Agustus 2016
Tanya-Jawab Seputar Tahitian Noni
Label:
AGEs,
anti inflamasi,
apa itu AGEs,
apa itu iridoid,
fiber blend,
info kesehatan,
inspirasi kesehatan,
kanker,
kanker payudara,
kanker usus,
maxidoid,
prominvit,
protein,
tahitian noni,
terapi tahitian noni
Minggu, 14 Februari 2016
Apa itu Tahitian Noni & Maxidoid?
Tahitian Noni & Maxidoid adalah minuman terapeutik pertama yang telah MENOLONG KESEHATAN banyak masyarakat dunia. Keduanya merupakan jus alami berbahan dasar sari buah Mengkudu terbaik yang mengandung berbagai zat aktif alami (anti viral, anti inflamasi, vitamin dan mineral yang lengkap, dan yang utama adalah zat IRIDOID) yang mampu menjaga kesehatan tubuh dan menyembuhkan berbagai macam penyakit ringan hingga kritis, seperti Kanker, Diabetes, Stroke, Kista, Lupus, DBD, Hepatitis, THT, dll.
Zat Iridoid tsb tidak hanya menyembuhkan gejala penyakitnya saja, namun berperan dalam perbaikan akar permasalahan kesehatan hingga tingkat DNA, sehingga tidak heran bila banyak masyarakat yang terbantu Kesehatannya.
Tahitian Noni mengandung 30mg iridoid per takaran saji. Sedangkan, Maxidoid mengandung 120mg irioid (4x Tahitian Noni) per takaran saji. Sehingga Maxidoid sangat disarankan bagi penderita penyakit tertentu yang sudah mencapai tahap kritis. Tahitian Noni berbahan dasar sari buah Mengkudu terbaik dari Kepulauan Tahiti (penghasil buah Mengkudu terbaik, boleh dikroscek di google atau jurnal ilmiah kesehatan), sedangkan Maxidoid berbahan dasar: Buah Mengkudu, Cornellian Cherry, Blueberry, dan Zaitun. Keempat buah alami tsb kaya akan kandungan iridoid, sehingga dapat dikatakan Maxidoid adalah salah satu produk kesehatan Morinda dengan kandungan iridoid paling tinggi.
Tahitian Noni & Maxidoid bersifat ADAPTOGEN, artinya mampu beradaptasi dg kondisi tubuh dan melengkapi APA YANG DIBUTUHKAN oleh tubuh.
Tahitian Noni & Maxidoid tidak memiliki efek samping, bebas racun, tidak meninggalkan residu di dalam tubuh, dan mampu bersinergi dg obat dokter, sehingga aman dikonsumsi untuk jangka panjang (justru sangat dianjurkan untuk konsumsi rutin dalam jangka panjang. Maxidoid dan Tahitian Noni telah melalui uji penelitian ilmiah yang paling tinggi dalam bidang keilmuan, yaitu Human Clinical Studies (diuji cobakan langsung pada tubuh manusia, bukan hewan seperti produk kompetitor). Penelitian mengenai manfaat dan hasil dari Maxidoid dan Tahitian Noni banyak ditemukan di media massa (silahkan searching di google).
Maxidoid & Tahitian Noni sangat concern pada penurunan AGEs (penyebab utama pada permasalahan kesehatan dan aging). Uji coba terbaru Maxidoid dilakukan pada penderita Diabetes. Hasilnya adalah setelah 3 minggu, angka AGEs dan kadar gula penderita diabetes mengalami penurunan sebesar 24% (bisa disearching di google).
Telah banyak testimoni dari masyarakat di Indonesia maupun di mancanegara mengenai kesembuhan dan perubahan kesehatan dg konsumsi Tahitian Noni & Maxidoid, seperti sembuh dari Diabetes, Kanker, Kista, HIV, Lupus, tidak jadi operasi, Leukimia, Alzheimer, dll.
Untuk konsultasi lebih lanjut atau order, silahkan hubungi admin ya: 085731379051 (Line/WA), pin BB 7CAC560B.
Jangan lupa ceritakan informasi bermanfaat ini kepada orang2 terdekat Anda yang membutuhkan :)
Jaga kesehatan Kita dan Keluarga kita :)
Live Healthier, Younger, Longer.
READY STOCK ya.
Label:
AGEs,
anti inflamasi,
apa itu iridoid,
arti iridoid,
diabetes,
hepatitis,
herbal,
info kesehatan,
iridoid,
kanker,
kanker payudara,
kesehatan,
maxidoid,
obat alami,
tahitian noni
Senin, 12 Oktober 2015
[ Inspirasi Kesehatan: Inilah Peran Tahitian Noni dalam mengatasi Kanker Usus secara Alami -1/3-]
Tahitian Noni adalah minuman jus alami berbahan dasar buah Noni terbaik
yang ada di wilayah Tahiti. Dalam segala proses pembuatan sangat dijaga
kualitas produknya. Telah didukung oleh berbagai penelitian
internasional dan teruji secara Human Clinical Studies (pengujian produk
langsung ke tubuh/organ manusia, bukan hewan). Banyak masyarakat terbantu kesehatannya dengan Tahitian Noni.
Tidak hanya mampu menyembuhkan kanker usus, tetapi juga jenis kanker
lainnya dan jenis penyakit lainnya. Kok bisa?? Berikut analisis
kesehatannya:
1. Tahitian Noni mengandung bioaktif Damnacanthal, EpiGaloCatesingalate
(EGCg), Monoterpen, Antraquinon, yang masing-masing berfungsi untuk:
- Menghambat emboli sel-sel kanker, mengambat interaksi antar sel-sel kanker, memblok ikatan antar sel-sel kanker.
-Menghambat MMPs (metaloproteinase). MMPs merusak ECM (Extra Cellular Matriks) sehingga sel-sel kanker dapat bermetastase. Dengan menghambat MMPs, artinya sel-sel kanker tidak akan dapat bermetastase.
-Menghambat proses aromaterase (proses perubahan androgen adrenal menjadi estrogen sehingga kadar estrogen di dalam darah meningkat). Dengan dihambatnya aromaterase, maka kadar estrogen di dalam darah tidak meningkat.
menghambat protein G dan memblok reseptor estrogen sehingga menghentikan proliferasi dan memicu apoptosis.
- Menghambat angiogenesis dengan cara menghambat VEGF (Vascular Endhotelial Growth Factor) dan BFGF (Basic Fibroblast Growth Factor)
2. Tahitian Noni dapat mengoptimalkan imunitas tubuh, dengan cara:
- induksi NO dan iFg untuk proses fagositosis. Fagositosis adalah proses yang dilakukan sel tubuh untuk menelan kemudian mencerna partikel nutrisi /bakteri. Merupakan bagian yang sangat penting dari fungsi sel tubuh. Sel-sel tubuh akan mengambil nutrisi yang penting untuk melindungi diri dari bakteri berbahaya.
- induksi NO dan iFg untuk proses fagositosis. Fagositosis adalah proses yang dilakukan sel tubuh untuk menelan kemudian mencerna partikel nutrisi /bakteri. Merupakan bagian yang sangat penting dari fungsi sel tubuh. Sel-sel tubuh akan mengambil nutrisi yang penting untuk melindungi diri dari bakteri berbahaya.
- Induksi TNF (Tumor Necrosis Factor), yaitu untuk membunuh sel kanker.
-Induksi NK (Natural Killer) dan sel limfosit T ( sitolitik sel kanker.
-Produk siliposakarida, yaitu untuk meningkatkan respon imun.
3. Tahitian Noni mengandung Proxeronin = Iridoid aglikon
Tahitian Noni dapat memulihkan fungsi dan struktur sel dengan cara mengaktifkan dan meningkatkan fungsi berbagai protein seluler bersama dengan antioksidan.
Tahitian Noni dapat memulihkan fungsi dan struktur sel dengan cara mengaktifkan dan meningkatkan fungsi berbagai protein seluler bersama dengan antioksidan.
4. Tahitian Noni dapat menghambat proses mutagenesis dan karsinogensis.
Itulah keempat proses kerja Tahitian Noni di dalam tubuh untuk menyembuhkan kanker usus dan juga kanker-kanker lainnya.
Tahitian Noni & Maxidoid adalah minuman jus alami, bukan obat kimia, sehingga aman untuk konsumsi tiap hari dan jangka panjang. Tidak hanya baik untuk menyembuhkan penyakit, tetapi juga baik dikonsumsi untuk menjaga kesehatan tubuh kita, orang tua kita, keluarga, teman, maupun sahabat, karena menjaga lebih baik daripada mengobati!! Bantu ceritakan ke orang-orang yang membutuhkan informasi ini.
Konsultasi kesehatan / produk: 085731379051, pin BB 7CAC560B.
Jangan Lupa Like & Share ke keluarga & teman-teman. Berbagi informasi kesehatan ke orang-orang tersayang :)
Label:
bioaktif,
iridoid,
kanker,
kanker usus,
kanker usus besar,
maxidoid,
mengobati kanker usus,
mengobati penyakit kanker,
obat alami,
tahitian noni,
terapi tahitian noni
Jumat, 02 Oktober 2015
Inspirasi Kesehatan: Cari Tahu tentang Kanker Usus Yuk!!
Kanker usus besar atau kanker kolorektal, kanker usus buntu adalah salah satu dari bentuk kanker yang paling umum dan penyebab kedua kematian yang disebabkan oleh kanker di dunia Barat. Kanker usus besar menyebabkan 655.000 kematian di seluruh dunia setiap tahun (data per Agustus 2015).
Banyak kanker usus besar yang diketahui berasal dari polip adenoma pada usus dan penumpukan tinja akibat konstipasi yang terlalu lama. Perkembangan polip tersebut kadang-kadang berkembang menjadi kanker. Kanker usus besar merupakan salah satu kanker ganas diantara kanker ganas lainnya. Angka kematian di seluruh dunia mencapai 608.000 orang dan hampir 60% terjadi di negara berkembang. Di AS, 50.000 lebih didiagnosa sebagai kanker usus besar setiap tahunnya dan penyebab kematian nomor dua di AS. Di Indonesia, kanker usus sering ditemukan dan termasuk dalam 10 besar kanker tersering dan termasuk 5 besar kanker mematikan dengan jumlah yang meningkat. Dan usia penderita semakin muda.
Faktor-faktor penyebab kanker usus besar:
1. Diet yang buruk, yaitu tinggi lemak, junk food, dan protein, serta rendah serat. Konsumsi daging merah dan daging olahan meningkatkan risiko kanker usus sebesar 35%.
2. Merokok. Perokok aktif memiliki risiko kanker usus sebesar 1,5-3kali.
3. Konsumsi alkohol
4. Obesitas
5. Usia: rentang usia >50 tahun beresiko menderita kanker usus.
6. Riwayat keluarga menderita kanker usus atau polipusus.
7. Riwayat menderita kanker sebelumnya, seperti kanker ovarium, kanker payudara, kanker rahim memiliki resiko terkena kanker usus.
8. Riwayat menderita kelainan usus, seperti radang usus.
9. Perubahan gen: penderita kanker usus besar mengalami perubahan gen, yaitu: Hereditary Nonpolyposis Colon Cancer (HNPCC).
Proses terjadinya kanker usus besar:
Diet tinggi lemak dan rendah serat --> meningkatkan bakteri anaerob (bakteri jahat) memproduksi karsinogen dan lemak hewani memadat pada temperatur tubuh --> feses menjadi padat --> waktu transit di dalam usus kian lama --> sehingga banyak zat racun diabsorpsi dan gesekan feses yang padat membuat lapisan dinding usus mudah lecet --> terjadi peradangan --> kanker usus.
Gejala kanker usus:
1. Sulit BAB (sembelit) atau diare tanpa sebab yang jelas
2. BAB dengan darah akibat pendarahan usus besar
3. Sakit perut yang hebat
4. Berat badan turun dan mudah lelah
5. Perut terasa penuh (kembung) dan rasa ingin muntah.
6. Anemia akibat pendarahan kronis.
7. Nyeri saat BAB dan rectum terasa penuh walaupun telah BAB
8. Melena (BAB berdarah)
Selasa, 15 September 2015
Inspirasi Kesehatan: Inilah 10 Jenis Penyakit Bahaya Akibat Obesitas !!
Obesitas
merupakan suatu kondisi tubuh yang memiliki kadar lemak yang banyak
sehingga menyebabkan badan menjadi gemuk atau memiliki berat badan
berlebih. Sebenarnya setiap orang memang diharuskan memiliki sejumlah
lemak untuk menyimpan energi dan lainnya. Namun jika jumlahnya
berlebihan, maka lemak yang menimbun dapat merugikan metabolisme tubuh.
Batasan Pengelompokan Obesitas
Secara klinis, seseorang dapat dikatakan
mengalami obesitas ketika berat badan seseorang mencapai 15% lebih
berat dari berat badan idealnya. Pengelompokan obesitas yang lain juga
diklasifikasikan sebagai berikut:
- Obesitas ringan, dengan kelebihan berat badan mencapai 20% hingga 40%.
- Obesitas sedang, dengan kelebihan berat badan mencapai 41% hingga 100%.
- Obesitas berat, dengan kelebihan berat badan lebih dari 100%.
Kelebihan berat badan atau obesitas
bukan hanya sekedar mempengaruhi lebar pinggang, tetapi menimbulkan efek
yang lebih buruk lagi. Sejumlah masalah kesehatan yang serius,
merupakan bahaya akibat obesitas yang bisa terjadi, adalah sebagai
berikut:
1. Gangguan Otak
Menurut penelitian terbaru, ada sejumlah
kasus obesitas yang berbahaya bagi otak. Seperti yang dilansir dari My
Health News Daily, bahwa obesitas dapat mempengaruhi otak seperti
berikut ini:
- Kecanduan makan
- Mengubah kinerja sistem imun, Resiko inflamasi menjadi meningkat. Kemudian inflamasi ini akan mempengaruhi otak dan menghancurkan beberapa bagiannya sehingga suasana hati mudah berubah hingga sulit untuk menghentikan kebiasaan makan yang berlebih.
- Demensia, Berhubungan dengan inflamasi akibat obesitas, ternyata dapat membuat tubuh dan pikiran menjadi gampang stres. Ukuran otak juga bisa mengecil akibat adanya lemak di perut sehingga resiko demensia dapat meningkat.
- Merusak memori, Menurut studi Journal of the American Geriatric Society, hormon yang diproduksi oleh lemak bisa menyebabkan inflamasi sehingga mempengaruhi bagian kognitif yang akibatnya membuat seseorang akan kehilangan ingatan.
2. Penyakit Jantung
Bahaya obesitas dapat memicu terjadinya
serangan jantung, sebab lemak yang berlebih dapat menutupi pembuluh
darah pada jantung sehingga menjadi tersumbat. Jika hal ini terjadi,
maka serangan jantungpun dapat terjadi termasuk jantung koroner.
Gejala-gejala yang ditunjukkan oleh penyakit jantung ini antara lain :
- Mengalami sakit pada bagian dada seperti ditekan
- Sakitnya menjalar ke leher seperti tercekik dan ke lengan kiri
- Sakit pada bagian ulu hati
- Kadang-kadang disertai dengan kembung
- Denyut nadi melemah
- Mengeluarkan keringat dalam waktu yang cepat dan jumlah yang banyak
3. Hipertensi
Obesitas memiliki hubungan yang erat
dengan penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi. Hal ini bisa
terjadi akibat dari seringnya mengkonsumsi makanan penyebab darah tunggi, kolesterol dan lemak berlebih yang akhirnya dapat memicu penyempitan pembuluh darah sehingga tekanan darah menjadi naik.
Penyakit hipertensi diklasifikasikan menjadi 2 kelompok yaitu:
- Hipertensi primary, yakni tekanan darah tinggi yang diakibatkan oleh gaya hidup dan faktor lingkungan.
- Hipertensi secondary, yakni tekanan darah tinggi yang diakibatkan oleh penyakit yang diderita seperti gagal jantung, gagal ginjal hingga kerusakan sistem hormon pada tubuh.
- Merasa pusing dan sakit kepala
- Merasa pegal serta tidak nyaman
- Merasa oleng atau merasa ingin jatuh
- Detak jantung bergerak cepat dan berdebar-debar
- Telinga berdengung
4. Gangguan Saluran Pernapasan
Bahaya obesitas dapat menyebabkan
gangguan pernafasan, karena terjadi penimbunan lemak yang berlebihan di
bawah diafragma dan pada dinding dada hingga menekan paru-paru. Jika hal
ini dibiarkan dapat menyebabkan seseorang mengalami kesulitan dalam
bernapas. Pada saat tidur, gangguan pernapasan ini bisa terjadi sehingga
menyebabkan pernafasan bisa berhenti untuk sementara (obstructive sleep apnea), sehingga menimbulkan ciri ciri-ciri kurang tidur, seperti sering mengalami kantuk di siang hari.
5. Diabetes
Resiko yang bisa dialami oleh seseorang
yang menderita obesitas adalah penyakit diabetes tipe 2. Pada penderita
obesitas, insulin yang dihasilkan oleh pankreas terganggu oleh
komplikasi-komplikasi obesitas sehingga tidak dapat bekerja maksimal
untuk membantu sel-sel menyerap glukosa. Karena kerja insulin menjadi
tidak efektif, maka pankreas terus berusaha untuk menghasilkan insulin
lebih banyak yang akibatnya kemampuan pankreas semakin berkurang untuk
menghasilkan insulin.
Kondisi ini pada umumnya disebut
resistensi insulin yang merupakan faktor penyebab seseorang mengalami
diabetes tipe 2.
6. Osteoartritis
Saat mengalami obesitas, maka resiko
terkena osteoartritis (peradangan sendi) akan semakin rentan. Bagian
pada tubuh yang biasa mengalaminya adalah bagian leher, tangan, kaki,
dan lutut. Hal ini terjadi karena lemak terus tertimbun dalam tubuh
menyebabkan beban tubuh semakin berat dan bertambah. Akibatnya, cairan
sendi menjadi berkurang lebih cepat sehingga, bagian-bagian tulang akan
saling bergesekan dan rasa nyeripun akan timbul.
Tak jarang, robekan-robekan pada tulang
rawan sendi bisa terjadi. Walaupun tubuh memiliki sistem yang dapat
memperbaikinya, namun jika terus menerus berlangsung, maka robekan bisa
menjadi parah.
7. Stroke
Menurut penelitian, seseorang yang
menderita obesitas ternyata lebih beresiko terserang stroke daripada
orang yang memiliki ukuran tubuh sedang. Hal ini terjadi karena
penderita obesitas cenderung memiliki tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi dan terkena diabetes yang akan memicu terjadinya stroke.
8. Gangguan Kesuburan
Bahaya obesitas bisa mengganggu kesuburan khususnya bagi wanita,
akibat berat badan yang berlebih. Dampak dari obesitas ini, ovarium yang
memproduksi sel telur tidak memungkinkan wanita untuk hamil. Walaupun
terjadi pembuahan, maka janin sulit berkembang secara normal sehingga
keguguran sangat rentan terjadi. Selain itu, menstruasi menjadi tidak
teratur akibat ketidakseimbangan hormon yang dipicu oleh obesitas.
9. Depresi
Depresi merupakan gangguan kesehatan yang bisa disebabkan oleh
obesitas. Kurang percaya diri hingga minder bisa mengakibatkan
tekanan-tekanan emosional terjadi. Tak jarang kebiasaan buruk seperti
menjadi lebih sensitif dan mudah marah, menjadi salah satu emosi yang
dikeluarkan saat merasa depresi sehingga gampang stres.
10. Bahaya Obesitas Menyebabkan Kanker
Baru-baru ini, sebuah fakta mengungkapkan bahwa penderita obesitas
beresiko terkena beberapa jenis kanker sebesar 40%. Hormon estrogen yang
diproduksi oleh sel lemak inilah, yang sebenarnya merupakan salah satu
penyebab resiko kanker menjadi meningkat.
Adapun beberapa jenis kanker yang dapat diakibatkan oleh obesitas, yaitu:
- Kanker usus
- Kanker payudara
- Kanker Kandung Empedu
- Kanker Rahim
- Kanker Ginjal
- Kanker Pankreas
- Kanker Kerongkongan
Sumber: halosehat.com
Jangan Lupa Share ke temen-teman. Berbagi informasi kesehatan ke orang-orang tersayang :)
Label:
bahaya obesitas,
darurat obesitas,
depresi,
diabetes,
fiber blend,
gangguan otak,
hipertensi,
jantung,
kanker,
kesuburan,
obesitas,
osteoartritis,
saluran pernapasan,
stroke,
tahitian noni
Senin, 31 Agustus 2015
Inspirasi Kesehatan: Kanker Payudara dan Terapi Tahitian Noni
"Menurut laporan World Cancer 2014 International Agency for Research on
Cancer (IARC) di WHO, pada 2012 ada sekitar 14 juta kasus baru kanker
terjadi. Yang paling umum adalah 13 persen kanker paru, 11,9 persen
payudara, dan 9 persen tumor usus."
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Tjandra Yoga Aditama mengatakan jumlah penderita kanker diperkirakan akan terus meningkat dari tahun ke
tahun. Perkiraannya jumlahnya mencapai 12 juta jiwa pada tahun 2030. WHO
juga menyebutkan setiap tahun ada 6,25 juta orang baru yang yang
menderita kanker. Hal ini
menunjukkan semakin mudahnya wanita di Indonesia terkena kanker payudara dan masih
kurangnya kepedulian wanita di Indonesia ter. Sebelum terlanjur terkena
penyakit ini, mari kita buka wawasan kita para perempuan mengenai penyakit
kanker payudara lebih detail dan sebarkan kabar baik kepada wanita-wanita kesayangan kita :)
Faktor Risiko Kanker Payudara
1. 60% kanker
payudara terjadi pada usia 60 tahunan. Namun berita yang didapat dari Yayasan Kesehatan Payudara Jakarta, akhir-akhir ini didapatkan bahwa banyak penderita kanker payudara adalah mereka-mereka yang usianya masih relatif muda (ABG dan remaja).
2. Pernah
menderita kanker payudara sebelumnya.
3. Keluarga
menderita kanker payudara, misalnya ibu, saudara kandung. Anak memiliki risiko
3x lebih besar.
4. Faktor
genetik dan hormonal
5. Masa menarke (haid pertama) dan menopause.
Semakin cepat menarke (dibawah usia 12 tahun) semakin berisiko. Semakin lama menopause (di atas usia 55 tahun) semakin
berisiko.
6. Pemakaian KB
hormonal
7. Konsumsi
alkohol
8. Konsumsi Dietilstilbestrol
(obat pencegah keguguran)
9. Berbagai karsinogen
dan radikal bebas.
10. Life style atau pola hidup yang tidak sehat, seperti: sering mengkonsumsi makanan tidak sehat, junk food, merokok, tidur terlalu malam / melakukan banyak aktivitas hingga larut malam / begadang.
Gejala Kanker Payudara
1. Awalnya
adanya benjolan yang diraba tanpa sengaja.
2. Stadium
selanjutnya, benjolan telah melekat pada dinding dada atau kulit. Kadang bengkak,
borok, atau kulit seperti kulit jeruk. Indikasi lainnya, terasa benjolan di
ketiak.
3. Bentuk
dan ukuran payudara berubah.
4. Keluar
cairan abnormal di puting atau puting susu tertarik ke dalam.
5. Perubahan
kulit di sekitar payudara, misalnya bersisik.
6. Payudara
nyeri, gatal, dan bengkak
7. Gejala
kondisi umum: lemah, berat badan menurun, demam yang tidak kunjung sembuh,
nafsu makan berkurang.
Tes Penyaringan
Bentuk kepedulian kita terhadap kesehatan
diri kita sendiri adalah dengan melakukan pemeriksaan sejak dini terhadap
anggota-anggota badan kita, salah satunya yang penting sekali bagi wanita
adalah kepedulian kita organ payudara kita. Sangat penting sekali kita harus
melakukan pemeriksaan dini terhadap organ payudara kita untuk mencegah sejak
awal penyakit kanker payudara. Berikut langkah-langkah pemeriksaan dini kanker
payudara:
1. SADARI
(Periksa Payudara Sendiri)
2. Mammografi
3. USG
Payudara
4. Biopsi
5. Bedah
Terapi Tahitian Noni
1.
Pencegahan
Tahitian Noni merupakan minuman jus
herbal noni yang memfasilitasi anda yang ingin mencegah segala jenis penyakit,
termasuk salah satunya adalah pencegahan kanker payudara dengan proses kerja di
dalam tubuh sebagai berikut:
a. Kandungan
iridoid dalam Tahitian Noni mampu menghambat pertumbuhan STAT 3 (Signal Transducer
and Activator of Transcription), yaitu mengubah sel sehat menjadi sel kanker.
b. Iridoid
merupakan zat anti oksidan terbaik karena mengandung vitamin C, E, A, dan
Selenium serta mampu mengaktifkan enzim anti oksidan di dalam tubuh, seperti:
Katalase, Glutatin Peroksidase, dan SOD (Super Oksida Dismutase) dimana kesemua
zat anti oksidan tersebut sangat baik sebagai:
- Proteksi
sel-sel darah putih
- Proteksi
hati dengan menghambat gangguan enzim sitokrom
hati CP 450
- Proteksi
sel endotel pembuluh darah
- Proteksi
sel dari kerusakan oksidasi
- Proteksi
terhadap TBA-RS (Tio Barbiturat Acid Reactive
Subtance)
c. Iridoid
mampu mengaktifkan enzim DNA repair karena iridoid mengandung 17 asam amino
esensial yang sangat penting bagi perbaikan dan pertumbuhan DNA kita di dalam
tubuh.
2. Pengobatan
/ Terapi
Selain mampu mencegah, Tahitian
Noni juga mampu menyembuhkan penyakit kanker payudara bagi penderitanya karena
lagi-lagi kandungan iridoid yang cukup di dalam Tahitian Noni dan zat-zat
lainnya yang mampu menyembuhkan akar masalah kanker payudara, yaitu:
a. Tahitian
Noni mengandung zat EGCg (Epigalo Catesingallat) dan Resveratrol yang mampu mengatasi
NFKB.
b. Tahitian
Noni mengaktifkan enzim Cox-2 inhibitor dan Lox-5 inhibitor yang mampu
mengatasi Cox-2 dan Lox-5.
c. Menghambat
angiogenesis dengan kandungan zat-zat di dalam
Tahitian Noni, yaitu:
-
Antraquinon dan asam elegat
-
Dengan menghambat VEGF (Vaskular Endothel Growth
Factor)
-
BFGF (Basic Fibroblast Growth Factor)
d. Tahitian
Noni mengaktifkan enzim Glucopyronase yang berfungsi sebagai Growth factor
inhibitor, menstimulasi sitokin, dan
mengaktifkan makrofag.
e. Sitotoksik sel kanker oleh bioaktif Damnacantal.
f. Mengaktifkan apoptosis oleh Monoterpen.
3. Pencegahan
Metastase Penjalaran Sel Kanker
a. Tahitian
Noni menghambat MMPs (Metaloproteinase) yang bersifat merusak matriks ekstra
seluler.
b. Tahitian
Noni mengandung mineral Ca yang mampu mencegah sel kanker memisahkan diri dari
induk sel kanker sehingga interaksi antarsel kanker dapat terhambat.
c. Tahitian
Noni mengandung beta sitosterol dan limonene sehingga dapat menghambat
metastase.
d. Tahitian
Noni mampu mengubah pH sel.
4. Immunomodulator
Karena Tahitian
Noni mengandung polisakarida dan mampu meningkatkan sekresi NO, maka Tahitian
Noni mampu meningkatkan sel-sel imun di dalam tubuh, antara lain:
-
IFg yang bersifat fagositosis
-
Induk TNF yang berfungsi untuk membunuh sel kanker.
-
Induk NK (Natural Killer) dan sel limfosit T à
sitolitik sel kanker
Dosis Tahitian Noni
1. Tahitian
Noni Original, atau
2. Tahitian
Noni Extra
Untuk takaran dosis, silahkan
menghubungi admin
Langganan:
Postingan (Atom)



