Tampilkan postingan dengan label diabetes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label diabetes. Tampilkan semua postingan

Minggu, 14 Februari 2016

Apa itu Tahitian Noni & Maxidoid?

Tahitian Noni & Maxidoid adalah minuman terapeutik pertama yang telah MENOLONG KESEHATAN banyak masyarakat dunia. Keduanya merupakan jus alami berbahan dasar sari buah Mengkudu terbaik yang mengandung berbagai zat aktif alami (anti viral, anti inflamasi, vitamin dan mineral yang lengkap, dan yang utama adalah zat IRIDOID) yang mampu menjaga kesehatan tubuh dan menyembuhkan berbagai macam penyakit ringan hingga kritis, seperti Kanker, Diabetes, Stroke, Kista, Lupus, DBD, Hepatitis, THT, dll.


Zat Iridoid tsb tidak hanya menyembuhkan gejala penyakitnya saja, namun berperan dalam perbaikan akar permasalahan kesehatan hingga tingkat DNA, sehingga tidak heran bila banyak masyarakat yang terbantu Kesehatannya.

Tahitian Noni mengandung 30mg iridoid per takaran saji. Sedangkan, Maxidoid mengandung 120mg irioid (4x Tahitian Noni) per takaran saji. Sehingga Maxidoid sangat disarankan bagi penderita penyakit tertentu yang sudah mencapai tahap kritis. Tahitian Noni berbahan dasar sari buah Mengkudu terbaik dari Kepulauan Tahiti (penghasil buah Mengkudu terbaik, boleh dikroscek di google atau jurnal ilmiah kesehatan), sedangkan Maxidoid berbahan dasar: Buah Mengkudu, Cornellian Cherry, Blueberry, dan Zaitun. Keempat buah alami tsb kaya akan kandungan iridoid, sehingga dapat dikatakan Maxidoid adalah salah satu produk kesehatan Morinda dengan kandungan iridoid paling tinggi. 

Tahitian Noni & Maxidoid bersifat ADAPTOGEN, artinya mampu beradaptasi dg kondisi tubuh dan melengkapi APA YANG DIBUTUHKAN oleh tubuh.

Tahitian Noni & Maxidoid tidak memiliki efek samping, bebas racun, tidak meninggalkan residu di dalam tubuh, dan mampu bersinergi dg obat dokter, sehingga aman dikonsumsi untuk jangka panjang (justru sangat dianjurkan untuk konsumsi rutin dalam jangka panjang. Maxidoid dan Tahitian Noni telah melalui uji penelitian ilmiah yang paling tinggi dalam bidang keilmuan, yaitu Human Clinical Studies (diuji cobakan langsung pada tubuh manusia, bukan hewan seperti produk kompetitor). Penelitian mengenai manfaat dan hasil dari Maxidoid dan Tahitian Noni banyak ditemukan di media massa (silahkan searching di google).

Maxidoid & Tahitian Noni sangat concern pada penurunan AGEs (penyebab utama pada permasalahan kesehatan dan aging). Uji coba terbaru Maxidoid dilakukan pada penderita Diabetes. Hasilnya adalah setelah 3 minggu, angka AGEs dan kadar gula penderita diabetes mengalami penurunan sebesar 24% (bisa disearching di google).

Telah banyak testimoni dari masyarakat di Indonesia maupun di mancanegara mengenai kesembuhan dan perubahan kesehatan dg konsumsi Tahitian Noni & Maxidoid, seperti sembuh dari Diabetes, Kanker, Kista, HIV, Lupus, tidak jadi operasi, Leukimia, Alzheimer, dll.

Untuk konsultasi lebih lanjut atau order, silahkan hubungi admin ya: 085731379051 (Line/WA), pin BB 7CAC560B.

Jangan lupa ceritakan informasi bermanfaat ini kepada orang2 terdekat Anda yang membutuhkan :)

Jaga kesehatan Kita dan Keluarga kita :)
Live Healthier, Younger, Longer.
READY STOCK ya.

Selasa, 15 September 2015

Inspirasi Kesehatan: Inilah 10 Jenis Penyakit Bahaya Akibat Obesitas !!


Obesitas merupakan suatu kondisi tubuh yang memiliki kadar lemak yang banyak sehingga menyebabkan badan menjadi gemuk atau memiliki berat badan berlebih. Sebenarnya setiap orang memang diharuskan memiliki sejumlah lemak untuk menyimpan energi dan lainnya. Namun jika jumlahnya berlebihan, maka lemak yang menimbun dapat merugikan metabolisme tubuh.

Batasan Pengelompokan Obesitas
Secara klinis, seseorang dapat dikatakan mengalami obesitas ketika berat badan seseorang mencapai 15% lebih berat dari berat badan idealnya. Pengelompokan obesitas yang lain juga diklasifikasikan sebagai berikut:
  • Obesitas ringan, dengan kelebihan berat badan mencapai 20% hingga 40%.
  • Obesitas sedang, dengan kelebihan berat badan mencapai 41% hingga 100%.
  • Obesitas berat, dengan kelebihan berat badan lebih dari 100%.
Kelebihan berat badan atau obesitas bukan hanya sekedar mempengaruhi lebar pinggang, tetapi menimbulkan efek yang lebih buruk lagi. Sejumlah masalah kesehatan yang serius, merupakan bahaya akibat obesitas yang bisa terjadi, adalah sebagai berikut:


1. Gangguan Otak

Menurut penelitian terbaru, ada sejumlah kasus obesitas yang berbahaya bagi otak. Seperti yang dilansir dari My Health News Daily, bahwa obesitas dapat mempengaruhi otak seperti berikut ini:
  • Kecanduan makan
  • Mengubah kinerja sistem imun, Resiko inflamasi menjadi meningkat. Kemudian inflamasi ini akan mempengaruhi otak dan menghancurkan beberapa bagiannya sehingga suasana hati mudah berubah hingga sulit untuk menghentikan kebiasaan makan yang berlebih.
  • Demensia, Berhubungan dengan inflamasi akibat obesitas, ternyata dapat membuat tubuh dan pikiran menjadi gampang stres. Ukuran otak juga bisa mengecil akibat adanya lemak di perut sehingga resiko demensia dapat meningkat.
  • Merusak memori, Menurut studi Journal of the American Geriatric Society, hormon yang diproduksi oleh lemak bisa menyebabkan inflamasi sehingga mempengaruhi bagian kognitif yang akibatnya membuat seseorang akan kehilangan ingatan.

2. Penyakit Jantung

Bahaya obesitas dapat memicu terjadinya serangan jantung, sebab lemak yang berlebih dapat menutupi pembuluh darah pada jantung sehingga menjadi tersumbat. Jika hal ini terjadi, maka serangan jantungpun dapat terjadi termasuk jantung koroner. Gejala-gejala yang ditunjukkan oleh penyakit jantung ini antara lain :
  • Mengalami sakit pada bagian dada seperti ditekan
  • Sakitnya menjalar ke leher seperti tercekik dan ke lengan kiri
  • Sakit pada bagian ulu hati
  • Kadang-kadang disertai dengan kembung
  • Denyut nadi melemah
  • Mengeluarkan keringat dalam waktu yang cepat dan jumlah yang banyak

3. Hipertensi

Obesitas memiliki hubungan yang erat dengan penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi. Hal ini bisa terjadi akibat dari seringnya mengkonsumsi makanan penyebab darah tunggi, kolesterol dan lemak berlebih yang akhirnya dapat memicu penyempitan pembuluh darah sehingga tekanan darah menjadi naik.
Penyakit hipertensi diklasifikasikan menjadi 2 kelompok yaitu:
  • Hipertensi primary, yakni tekanan darah tinggi yang diakibatkan oleh gaya hidup dan faktor lingkungan.
  • Hipertensi secondary, yakni tekanan darah tinggi yang diakibatkan oleh penyakit yang diderita seperti gagal jantung, gagal ginjal hingga kerusakan sistem hormon pada tubuh.
Adapun beberapa gejala yang sering dialami oleh penderita hipertensi adalah:
  • Merasa pusing dan sakit kepala
  • Merasa pegal serta tidak nyaman
  • Merasa oleng atau merasa ingin jatuh
  • Detak jantung bergerak cepat dan berdebar-debar
  • Telinga berdengung

4. Gangguan Saluran Pernapasan

Bahaya obesitas dapat menyebabkan gangguan pernafasan, karena terjadi penimbunan lemak yang berlebihan di bawah diafragma dan pada dinding dada hingga menekan paru-paru. Jika hal ini dibiarkan dapat menyebabkan seseorang mengalami kesulitan dalam bernapas. Pada saat tidur, gangguan pernapasan ini bisa terjadi sehingga menyebabkan pernafasan bisa berhenti untuk sementara (obstructive sleep apnea), sehingga menimbulkan ciri ciri-ciri kurang tidur, seperti sering mengalami kantuk di siang hari.

5. Diabetes

Resiko yang bisa dialami oleh seseorang yang menderita obesitas adalah penyakit diabetes tipe 2. Pada penderita obesitas, insulin yang dihasilkan oleh pankreas terganggu oleh komplikasi-komplikasi obesitas sehingga tidak dapat bekerja maksimal untuk membantu sel-sel menyerap glukosa. Karena kerja insulin menjadi tidak efektif, maka pankreas terus berusaha untuk menghasilkan insulin lebih banyak yang akibatnya kemampuan pankreas semakin berkurang untuk menghasilkan insulin.
Kondisi ini pada umumnya disebut resistensi insulin yang merupakan faktor penyebab seseorang mengalami diabetes tipe 2.

6. Osteoartritis

Saat mengalami obesitas, maka resiko terkena osteoartritis (peradangan sendi) akan semakin rentan. Bagian pada tubuh yang biasa mengalaminya adalah bagian leher, tangan, kaki, dan lutut. Hal ini terjadi karena lemak terus tertimbun dalam tubuh menyebabkan beban tubuh semakin berat dan bertambah. Akibatnya, cairan sendi menjadi berkurang lebih cepat sehingga, bagian-bagian tulang akan saling bergesekan dan rasa nyeripun akan timbul.
Tak jarang, robekan-robekan pada tulang rawan sendi bisa terjadi. Walaupun tubuh memiliki sistem yang dapat memperbaikinya, namun jika terus menerus berlangsung, maka robekan bisa menjadi parah.

7. Stroke

Menurut penelitian, seseorang yang menderita obesitas ternyata lebih beresiko terserang stroke daripada orang yang memiliki ukuran tubuh sedang. Hal ini terjadi karena penderita obesitas cenderung memiliki tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi dan terkena diabetes yang akan memicu terjadinya stroke.

8. Gangguan Kesuburan

Bahaya obesitas bisa mengganggu kesuburan khususnya bagi wanita, akibat berat badan yang berlebih. Dampak dari obesitas ini, ovarium yang memproduksi sel telur tidak memungkinkan wanita untuk hamil. Walaupun terjadi pembuahan, maka janin sulit berkembang secara normal sehingga keguguran sangat rentan terjadi. Selain itu, menstruasi menjadi tidak teratur akibat ketidakseimbangan hormon yang dipicu oleh obesitas.

9. Depresi

Depresi merupakan gangguan kesehatan yang bisa disebabkan oleh obesitas. Kurang percaya diri hingga minder bisa mengakibatkan tekanan-tekanan emosional terjadi. Tak jarang kebiasaan buruk seperti menjadi lebih sensitif dan mudah marah, menjadi salah satu emosi yang dikeluarkan saat merasa depresi sehingga gampang stres.

10. Bahaya Obesitas Menyebabkan Kanker

Baru-baru ini, sebuah fakta mengungkapkan bahwa penderita obesitas beresiko terkena beberapa jenis kanker sebesar 40%. Hormon estrogen yang diproduksi oleh sel lemak inilah, yang sebenarnya merupakan salah satu penyebab resiko kanker menjadi meningkat.
Adapun beberapa jenis kanker yang dapat diakibatkan oleh obesitas, yaitu:
  • Kanker usus
  • Kanker payudara
  • Kanker Kandung Empedu
  • Kanker Rahim
  • Kanker Ginjal
  • Kanker Pankreas
  • Kanker Kerongkongan


Sumber: halosehat.com

Jangan Lupa Share ke temen-teman. Berbagi informasi kesehatan ke orang-orang tersayang :)

Senin, 07 September 2015

Inspirasi Kesehatan: 6 Penyakit ini akan menyerangmu, jika kamu tidur lebih dari 8 jam perhari

Segala yang lebih melebihi porsinya, dan segala yang kurang dengan porsinya itu tidak baik. proporsional atau cukuplah yang terbaik. Begitu juga dengan tidur. idealnya manusia tidur selama 7-8 jam. tetapi jika anda tidur melebihi dari 8 jam tersebut, maka akan ada efek negatif yang akan menyerang tubuh anda. Yuk simak 6 Penyakit ini akan menyerangmu, jika kamu tidur lebih dari 8 jam perhari  dari Boldsky.

1. Obesitas Siap Menyerang
Orang yang tidur selama lebih dari 9 sampai 10 jam setiap malam 25 persen lebih mungkin memiliki penambahan berat badan hingga 5 kg dalam seminggu. Hal ini dikarenakan tubuh tidak aktif untuk waktu yang lama, sehingga tidak bisa mengendalikan berat badan.

2. Sakit punggung Mulai Gak Nahan
Semakin lama Anda tidur, semakin besar risiko Anda terkena nyeri punggung. Jadi sebaiknya batasi waktu tidur Anda.

3. Sakit kepala Mulai Start
Tidur terlalu lama dapat menyebabkan sakit kepala. Penelitian menunjukkan bahwa jika Anda suka tidur selama lebih dari 7 jam sehari dapat menyebabkan efek negatif pada neurotransmitter otak.

4. Penyakit jantung Menunggu
Tidur terlalu lama berdampak buruk bagi jantung karena dapat menimbulkan masalah jantung. Orang yang tidur lebih dari delapan sampai sembilan jam sehari lebih rentan terhadap penyakit jantung koroner.

5. Penuaan dini OTW
Tidur lebih dari delapan jam sehari dapat memicu penuaan dini. Itu akan membuat otak menua lebih cepat.

6. Diabetes OTW juga
Tidur terlalu lama bisa meningkatkan risiko diabetes. Mereka yang tidur lebih dari 8 jam di malam hari lebih berisiko terkena diabetes tipe 2

Sumber: 
Merdeka.com 
Pendidikanindonesia.com

Inspirasi sehat:
1. Atur waktu kerja dan waktu istirahat (pola tidur) agar seimbang.

2. Pola hidup sehat, mulai dari pembagian jam aktivitas yang ideal dan jenis makanan dan minuman.

3. Kurangi kadar gula dan AGEs.

4. Konsumsi Tahitian Noni minimal rata-rata 2x sehari untuk membantu menjaga kesehatan dan ketahanan tubuh agar tidak terjadi gangguan kesehatan. Selain itu, konsumsi Tahitian Noni secara rutin dapat menjaga keseimbangan zat di dalam tubuh, mengurangi kadar gula, dan kadar AGEs dalam tubuh, serta meningkatkan kualitas tidur. Lebih baik mencegah daripada mengobati!

Like & Share ke temen-temen ya
Berbagi informasi kesehatan ke orang-orang tersayang :D

Informasi & Pemesanan Tahitian Noni : 085731379051, Pin BB: 7CAC560B